Hukum & KriminalMetroTanah Papua

PSI Dukung Langkah Korban Penembakan Oleh Oknum TNI AL

×

PSI Dukung Langkah Korban Penembakan Oleh Oknum TNI AL

Sebarkan artikel ini
Indra Thegar Ketua DPW PSI PBD. [foto: redaksi-sr]

SORONG, sorongraya.co – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Papua Barat Daya, Indra Thegar mengaku mendukung penuh langkah yang akan ditempuh kader partainya atas insiden penembakan yang dilakukan oknum anggota TNI AL, pada Selasa lalu, 28 Juli 2026.

Kata Indra, Timotius (korban penembakan) merupakan kader PSI Kabupaten Sorong, jabatannya di partai sendiri sebagai Wakil Ketua PSI Kabupaten Sorong.

“Pada prinsipnya Timotius adalah kader PSI, yang mana partai tidak akan meninggalkan Timotius. Prinsipnya partai mendukung penuh langkah yang diambil oleh Timotius,” kata Indra kepada sorongraya.co di Kantor PSI Papua Barat Daya. Rabu, 29 Juli 2026.

Meski begitu, selaku partai pemenang pemilu 2024, Indra mengaku PSI akan melakukan mediasi antara kedua belah pihak (Korban dan TNI AL) agar persoalan yang terjadi di daerah dapat diselesaikan, dan tidak akan membawa hal ini ke DPP PSI.

“Tetapi partai juga akan mencoba memediasikan pihak terkait, dalam hal ini angkatan laut, bagaimana supaya persoalan ini yang terjadi di daerah secepatnya juga selesai di daerah. Tidak perlu sampai ke pusat,” tutur Indra.

Lebih lanjut Indra menyebutkan jika PSI dan Komandan Angkatan Laut telah melakukan koordinasi agar ada solusi.

“Kami sudah silaturahmi ketemu dengan Danpomal dan kami sudah diskusikan, sharring lah, dari hasil pertemuan ini kami harap ada solusi,” tutur Indra.

Komandan Polisi Militer Angkatan Laut Kodaeral XIV Sorong, Kolonel Laut (PM) Feber Simandalahi menegaskan, penembakan terhadap Timotius Rumpaidus merupakan tindakan terukur dalam proses penegakan hukum, bukan serangan yang dilatarbelakangi kepentingan tertentu.

Kolonel Laut (PM) Feber Simandalahi. Komandan Polisi Militer Angkatan Laut Kodaeral XIV Sorong. [foto: redaksi-sr]
Timotius ditembak pada bagian kaki saat sejumlah personel Pomal mendatangi kediamannya di Jalan Klalin 6, Kelurahan Warmon, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Selasa, 28 Juli 2026.

Feber mengatakan tindakan tersebut bermula dari laporan masyarakat mengenai seseorang yang diduga mengaku sebagai anggota TNI Angkatan Laut. Personel Pomal kemudian melakukan pemeriksaan terhadap identitas dan status kedinasan Timotius.

“Setelah anggota kita lakukan pengecekan, ditemukan fakta bahwa oknum yang mengaku sebagai prajurit TNI AL yakni Timotius Rumpaidus,” ujar Kolonel Laut (PM) Feber Simandalahi kepada sorongraya.co di Long Room Pomal Kodaeral XIV Sorong, Rabu 29 Juli 2026.

Baca: Soal RS Maleo, DPR Kota Sorong Bentuk Pansus

Menurut Feber, Timotius merupakan mantan anggota TNI AL yang telah dijatuhi hukuman pemecatan karena perkara desersi. Putusan tersebut juga memuat hukuman penjara selama satu tahun yang belum dijalani.

“Kita mengecek ternyata benar Timotius telah dipecat dalam perkara disersi, dan diperkuat putusan Pengadilan Militer III-19 Jayapura, Nomor:195-K/PM.III-19/AL/X/2019,” ungkap Feber.

Sebelum mengambil tindakan, Pomal Kodaeral XIV Sorong disebut telah berkoordinasi dengan Oditurat Militer IV-21 Manokwari. Personel kemudian diperintahkan memanggil Timotius agar datang ke kantor Pomal dan menjalani hukuman berdasarkan putusan pengadilan militer tersebut.

“Sebelum kami bertindak kan tentu kami melakukan koordinasi, jadi begitu mendengar laporan Oditurat Militer IV-21 Manokwari, kami utus anggota Pomal Kodaeral Sorong agar memanggil Timotius ke kantor agar menjalani hukuman,” jelasnya.

Feber mengklaim Timotius menolak dibawa dan melakukan perlawanan terhadap petugas. Seorang personel Pomal disebut mengalami luka memar akibat terkena pukulan.

“Hanya saja Timotius melakukan perlawanan ke petugas, bahkan ada petugas kami kena pukul hingga memar akibat, maka perwira di situ lakukan tembakan peringatan,” ucapnya.

Menurut Feber, situasi semakin membahayakan ketika Timotius diduga berusaha mengambil senjata yang dibawa seorang perwira. “Timotius juga mau merampas senjata milik perwira, melihat itu anggota menendang dia.” Perwira tersebut kemudian melepaskan tembakan yang mengenai bagian bawah kaki kiri Timotius.

Pomal menyebut tembakan itu diarahkan untuk melumpuhkan, bukan menghilangkan nyawa. “Melihat informasi liar beredar di masyarakat, kami meluruskan bahwa perkara ini murni penegakan hukum tak ada tendensi,” katanya.

Feber juga membantah informasi yang menyebut salah seorang anggota Pomal berinisial R melakukan pengamanan khusus di CV Prima Papua, perusahaan yang sebelumnya menjadi sasaran aksi pemalangan warga.

“Jadi informasi soal, adanya informasi anggota saya dari Pomal Bernama Rauf itu melakukan pengamanan di Perusahaan tersebut (CV Prima Papua), itu sama sekali tidak benar. Jadi yang benar itu anggota saya ini kan di unit intel, tugasnya di daerah itu, jadi kalau ada waktu luang dia mampir ke Perusahaan, kan dia punya teman juga diatas,” ungkap Feber.

Penjelasan Pomal berbeda dengan Pengakuan Timotius Rumpaidus

Saat ditemui di ruang IGD RSUD J.P. Wanane, Timotius mengatakan sejumlah personel bersenjata mendatangi rumahnya tanpa menunjukkan surat perintah penangkapan.

“Kami didatangi secara langsung di kediaman kami oleh mereka ini dengan dengan tidak sopan, datang tidak mengucapkan salam tapi langsung panggil nama saya lalu mengatakan bahwa kami datang atas dasar disersi, kami lakukan penangkapan, saya tanya, apa dasarnya?” kata Timotius, Selasa 28 Juli 2026.

Timotius bahkan membantah masih berstatus prajurit yang melakukan desersi. Ia mengaku telah mengajukan pensiun dini sejak 2018 dan tetap berkomunikasi dengan sejumlah pejabat TNI AL di Sorong.

“Saat dibilang mau ditangkap, saya bilang tidak bisa, harus ada prosedur, mana surat penangkapan dan saya sudah melakukan pensiun dini itu sudah sejak lama 2018 dan hubungan saya dengan para petinggi di angkatan laut Kodaeral XIV itu sangat baik sampai detik ini,” ujarnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.