Pemandangan TPU Kilo 10 masuk, kota sorong yang dipenuhi rerumputan liar. [foto: guntur/sr]
Metro

Peziarah: Pemerintah dan DPRD Kota Sorong Sesekali Kunjungi TPU

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, sorongraya.co – Pemerintah dan DPRD Kota Sorong diminta untuk sesekali berkunjung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berlokasi di kilo meter 10 masuk, Rufei maupun kilo meter 12. Hal ini disampaikan Usman, salah satu Peziarah Kubur saat dirinya menziarahi kubur keluarganya.

Menurut Usman, dengan kehadiran dua lembaga ini (Pemerintah dan DPRD) maka mereka akan melihat langsung kondisi TPU yang dipenuhi rerumputan. Apabila kuburan-kuburan tersebut tidak dizirahi oleh pihak keluarga, sudah tentu rerumputan akan menutupi seluruh kuburan, sehingga tampak seperti padang rumput liar.

Pemandangan TPU Kilo 10 masuk, kota sorong yang dipenuhi rerumputan liar. [foto: guntur/sr]
Pemandangan TPU Kilo 10 masuk, kota sorong yang dipenuhi rerumputan liar. [foto: guntur/sr]
 “Misalkan kalau keluarga almarhum maupun almarhumah tidak melakukan ziarah, maka rumput akan menutupi seluruh kuburan, sehingga sulit ditemukan dimana letak kuburan keluarga yang akan dituju, jadi Pemerintah dan DPRD harus melihatnya,” tutur Usman kepada sorongraya.co. Minggu 21 Februari 2021.

Meski sudah ada petugas yang mengurusi TPU, bagi Usman para petugas tersebut bekerja tidak maksimal karena mereka hanya mengurusi kuburan-kuburan tertentu, sedangkan bagian belakang TPU tidak dibersihkan sama sekali.

Baca: Setubuhi Anak Dibawah Umur, Gayus Aronggear Divonis 5 Tahun Penjara

“Jika sudah ada petugas yang bekerja memebersihkan kuburan, akan tetapi mereka kerja hanya separuh, itupun hanya sebagian kecil. Sedangkan hampir sebagian besar tidak dibersihkan oleh petugas sehingga pihak keluarga yang membersihkan. Ataukah tidak tidak ada anggaran untuk itu petugas,” pungkasnya.

Pemandangan TPU Kilo 10 masuk, kota sorong yang dipenuhi rerumputan liar. [foto: guntur/sr]
Pemandangan TPU Kilo 10 masuk, kota sorong yang dipenuhi rerumputan liar. [foto: guntur/sr]
Tak hanya TPU kilo meter 10 masuk, Usman juga menyoroti TPU yang berlokasi di kilo meter 12 dan Rufei. Baginya kedua lokasi TPU tersebut sudah sangat padat sehingga tidak boleh dilakukan penggalian kuburan baru.

Baca: Dugaan Korupsi ATK, Penyidik Periksa Bendahara Pengeluaran BPKAD Kota Sorong

“Ziarah kubur juga mengingatkan kita tentang kematian, bahwa kita akan mengalami hal serupa, maka seringlah melakukan ziarah kubur,” tutur Usman.

Pantauan sorongraya.co, TPU kilometer 10 masuk tampak penuh dengan rerumputan liar yang menutupi kuburan. Sesekali terlihat anak-anak dibawah umur yang melakukan pembersihan kubur atas permintaan peziarah dengan harga tertentu. [gun]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.