Satryo (Kanan pegang mike) salah satu peneliti litbang kompas dalam press release yang juga diikuti Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak bersama sejumlah pejabat utamanya di Mapolda, Kamis (19/09).
Metro

Litbang Kompas: Kehadiran Polisi di PB Belum Terlalu Dirasakan, Ini Respon Kapolda Herry Nahak

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI,sorongraya.co – Litbang Kompas akhirnya merilis hasil penelitian indeks kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polda Papua Barat.

Penelitian yang dilakukan selama satu bulan atau 11 Juli hingga 19 Agustus 2019 tersebut meliputi seluruh wilayah hukum Polda Papua Barat yang mencakup 6 wilayah hukum polres, yakni Polres Sorong Kota, Polres Sorong Selatan, Polres Manokwari, Polres Teluk Wondama, Polres Fakfak dan Polres Kaimana. Dilihat dari beberapa aspek pelayanan yang dirasakan oleh masyarakat meliputi citra polisi, rasa aman publik, kepercayaan terhadap polda dan banchmarking aparat penegak hukum di masyarakat Papua Barat.

“Umumnya responden (Masyarakat) sudah menilai positif kinerja polisi, meski demikian kehadiran polisi belum terlalu dirasakan padahal sangat diharapkan,” ujar Satryo salah satu peneliti litbang kompas dalam press release yang juga diikuti Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak bersama sejumlah pejabat utamanya di Mapolda, Kamis (19/09).

Hal tersebut dibuktikan dalam grafik penelitian, dengan kuisioner pertanyaan, apakah pernah melihat Polisi di sekitar lingkungan mengunjungi warga ke rumah-rumah.

Grafik hasil penelitian litbang kompas terkait kehadiran Polisi di tengah masyarakat.

Dengan keterangan tertinggi menjawab tidak pernah melihat yaitu 67.8 persen, kemudian, yang menjawab kadang-kadang atau sekali-sekali 15.9 peresen, menjawab sering 10.7 persen dan menjawab tidak tahu 5.6 persen.

Grafik hasil penelitian litbang kompas terkait Bhabin Kamtibmas.

Sedangkan dengan pertanyaan, apakah sering melihat Polisi patroli dalam 6 bulan terakhir? koresponden lebih banyak menjawab jarang atau kadang-kadang yakni 42.2 persen. Kemudian yang menjawab sering 33.3 persen disusul menjawab tidak pernah 24.4 persen.

“Indeks kepuasan kinerja Polda Papua Barat, rata-rata secara umum sudah cukup baik tapi harus lebih ditingkatkan lagi. ujar Satrio.

Garfik lainnya, seperti pertanyaan, apakah mengenal Polisi yang biasa datang mengunjungi warga, angka tertinggi menjawab tidak tahu, yakni 53.3 persen dan menjawab tahu 27.4 persen kemudian menjawab tahu wajah tapi tidak tahu nama 19.3 persen.

Pertanyaan lain, apakah sudah pernah mendengar sebutan Polisi Bhayangkara Pembina Keamanan Masyarakat (Babin Kamtibmas)? banyak menjawab belum pernah yakni 56.3 persen, yang menjawab sudah pernah 43.3 persen dan tidak tahu 0.4 persen.

“Peran Babin Kamtibmas dan Senkom Mitra Polri belum terlalu dikenal, namun setelah diinformasikan apa tugasnya, mayoritas responden merasa tertarik. Polisi di Papua Barat harus memberi prioritas untuk mendekati orang muda,” terang Satryo dalam kesimpulan hasil penelitiannya.

Kesimpulan berikutnya, lanjut dia, dari segi perilaku dan kepatuhan, warga sudah paham apa yang seharusnya, namun belum diikuti dengan perilaku dan kepatuhan yang sesuai. Dan masalah miras adalah yang paling dirasakan sebagai gangguan keamanan,
termasuk dilakukan oleh oknum polisi.

“Miras masalah utama yang mendominasi membuat masyarakat Papua Barat tidak aman. Paling banyak melihat polisi melakukan kegiatan lain setelah tugas yaitu Mabok,” tutur dia.

“Sebagian besar masyarakat, merasa ada kedekatan (Sayang) dengan figur polisi, rasa simpati dan empati ini bisa lebih dikembangkan lagi. Untuk itu, ada harapan, bahwa polisi harus lebih sering ke pelosok,” sambungnya.

Namun Satryo sangat mengapresiasi Polda Papua Barat, pasalnya, dari sekian Polda yang ada di Indonesia, hanya Polda Papua Barat yang melakukan penelitian dan survei indeks kepuasan kinerja terhadap masyarakat.

Menurutnya, hal ini merupakan langkah maju dalam mewujudkan polisi yang diharapkan dan dicintai masyarakatnya.

Sementara itu, Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak mengapresiasi hasil penelitian litbang kompas tersebut. Dikatakan, litbang kompas adalah lembaga yang sangat kredibel dan hasil penelitian serta survei yang dilakukan selalu menjadi ukuran institusi Polri dalam mengukur salah satu kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Kata dia, hasil penelitian ini semakin memperjelas dalam hal peningkatan pelayanan masyarakat.

“Dan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi kami. Saya akan perintahkan masing-masing pajabat utama untuk menentukan langkah dan program prioritas. Kemudian, hal lain, sebagaian yang kita anggap Babin Kamtibmas sudah jalan ternyata sebagaian masih banyak tidak dikenal,” kata Herry Nahak.

Ia juga berjanji akan mengevaluasi terkait aktivitas polisi di luar jam dinas dan akan meningkatkan kegiatan tatap muka dengan sejumlah tokoh, seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat. [krs]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.