JAKARTA,sorongraya.co-Sociolead, lembaga pemberdayaan pariwisata dan ekonomi kreatif, menilai bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Mimika, Papua Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan baru perekonomian di wilayah ini.
SocioLead merupakan komunitas dan gerakan para anak muda Indonesia dengan fokus pada pariwisata, kebudayaan dan ekonomi kreatif dengan fokus wilayah di Papua.
Anjar Budiani, Direktur Sociolead, mengatakan bahwa selama ini Papua Tengah khususnya Kabupaten Mimika memiliki sumber daya ekonomi dari keberadaan perusahaan tambang PT Freeport Indonesia. Keberadaan perusahaan tambang ini memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian di Mimika.
Selain keberadaan perusahaan tambang tembaga tersebut, menurutnya, Mimika juga memiliki potensi besar di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Akan tetapi, Anjar menilai bahwa saat ini Papua Tengah termasuk Mimika masih belum berkonsentrasi pada pembangunan ekonomi alternatif yang bisa ikut tumbuh dari keberadaan Freeport.
“Sociolead mendorong agar Kabupaten Mimika mendiversifikasi sumber ekonomi melalui pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga bisa beriringan dengan keberadaan perusahaan tambang yang selama ini telah memberikan kontribusi terhadap perekonomian di wilayah ini. Kita perlu mengingat ungkapan “do not put all egs in one basket” [jangan meletakkan semua telur dalam satu keranjang] sehingga tidak bergantung pada satu sumber perekonomian saja,” ujarnya saat acara diskusi ‘Mimika Pasca-Tambang: Diversifikasi Ekonomi Berbasis Kemandirian Pangan, Ekonomi Lokal, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Keberlanjutan Lingkungan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mimika di Mimika, Senin (27/4/2026).
Selain Anjar Budiani, pembicara dalam diskusi ini adalah pengusaha muda Painus Magai, akademisi Yohanis Nussy, dan Direktur Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) HMI Muhardi.
Anjar menambahkan bahwa sumber ekonomi lainnya di Mimika perlu dikembangkan. Untuk itu, perlu analisis berbasis kekuatan intrinsik lain yang ada di Mimika. “Salah satu potensi yang belum mendapatkan perhatian khusus dan serius adalah kekuatan ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif Papua Tengah.”
Anjar menegaskan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Papua Tengah, khususnya Mimika, perlu menjadi prioritas dalam pengembangan ekonomi alternatif lainnya. Pasalnya, pariwisata dan ekonomi kreatif lebih kompatibel dengan struktur sosial budaya Papua.
Dia menilai, pengembangan pariwisata jika dilakukan dengan tepat, tidak akan memaksa masyarakat lokal beradaptasi dengan cepat atau bahkan tidak akan mengubah kebiasaan mereka. “Nilai budaya keseharian masyarakat Papua Tengah merupakan kekayaan budaya yang memiliki nilai tambah bagi pariwisata.”
Selain itu, menurutnya, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif lebih kompatibel dengan generasi muda. “Kompatibilitas dengan generasi muda akan sangat menentukan sustainabilitas model ekonomi baru yang dikembangkan di Papua Tengah. Pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk ekonomi digital akan sangat mudah diadopsi generasi muda yang memang sudah terbiasa dengan dunia digital.”
Anjar menegaskan bahwa pariwisata dan kreativitas merupakan dua hal yang saling terkait. Kreativitias adalah fundamental penting bagi pertumbuhan kegiatan ekonomi sektor swasta.
“Semuanya itu merupakan stimulan terbaik untuk pengembangan SDM dalam jangka menengah dan panjang,”tutupnya.(***).














