logo knpi
Metro

Musda V KNPI Kota Sorong Lahirkan Dua Kepemimpinan

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, sorongraya.co – Musyawarah Daerah (Musda) ke V Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sorong yang berlangsung di Vega Hotel melahirkan dua kepemimpinan.

Ketua terpilih pertama adalah Stevi S. Ayorbaba sedangkan ketua terpilih kedua adalah Robianus Kambu. Keduanya terpilih melalui forum Musda yang dilaksanakan di tempat yang sama namun waktu yang berbeda.

Stevi Ayorbaba terpilih melalui mekanisme pemilihan yang dilaksanakan pada Rabu malam sekira pukul 22.26 WIT. Saat itu Stevi meraih suara penuh dengan perolehan suara sebanyak 37 suara, sedangkan Sulaiman Merin hanya memperoleh 2 suara.

Berbeda dengan Robianus Kambu yang akrab disapa Rokam. Sehari setelah Stevi terpilih, Rokam ditunjuk secara aklamasi melalui forum Musda yang dilaksanakan pada Kamis sore 19 Desember 2018 sekitar pukul 18.00 WIT, di Vega Hotel. 45 peserta yang hadir secara serentak menunjuk Rokam untuk memimpin KNPI Kota Sorong.

Stering Comite (SC) dalam dua Forum Musda tersebut pun berbeda. Saat Stevi terpilih sebagai ketua KNPI periode 2019-2022, yang memimpin sidang Musda adalah Thomas Baru (ketua OKK KNPI Provinsi Papua Barat), sedangkan ketika Rokam terpilih menjadi ketua KNPI periode 2019-2022 yang memimpin sidang adalah Markus Jitmau.

Terkait hal itu salah satu Pemuda Kota Sorong, Muhammad Nasir Sukunwatan menginginkan agar masalah ini segera diselesaikan secepatnya sehingga program-program KNPI berjalan baik. Bagi Nasir, dengan munculnya dua kepemimpinan dalam Musda V KNPI Kota Sorong akan berpotensi terjadinya dualisme kepemimpinan.

“Kalau begini potensi dualisme kepemimpinan sangat besar. Tetapi selaku generasi muda kota sorong kami tidak ingin itu terjadi. Tergantung provinsi dan pusat lihatnya bagaimana,” kata Nasir kepada sorongraya.co melalui sambungan telepon Kamis malam, 19 Desember 2019.

Bagi Nasir dinamika organisasi seperti ini sudah sering terjadi dihampir setiap daerah, namun tidak harus dibiarkan terus menerus. Menurutnya baru kali ini terjadi pada DPD KNPI Kota Sorong.

“Ini sejarah, baru kali ini terjadi di DPD KNPI Kota Sorong,” ujar mantan aktivis HMI Cabang Sorong ini sembari berharap masalah tersebut diselesaikan sehingga dapat menyatukan kembali potensi anak muda kota sorong. [dwi]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.