Dr. Meki Sagrim, SP. M. Si, Alumni Universitas Papua salah satu kandidat Rektor UNIPA Manokwari. [foto: adlu-sr]
Metro

Meki Sagrim Siap Bertarung Dalam Bursa Pemilihan Rektor

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, sorongraya.co – Universitas Papua dalam waktu dekat akan memiliki Rektor baru. Saat ini sedang dilakukan proses penjaringan Bakal Calon Rektor pengganti Dr. Jakob Manusaway yang akan mengakhiri masa jabatannya.

Salah satu kandidat yang siap bertarung adalah Dr. Meki Sagrim alumni Universitas Papua yang selama ini mengabdi di kampus tersebut.

Meki Sagrim diketahui merupakan mantan Wakil Dekan pada Fakultas Pertanian selama kurang lebih 2 periode. Ini merupakan modal untuk maju memimpin universitas Papua.

“Saya menjabat Wakil Dekan Fakultas Pertanian selama dua periode. Dari segi pendidikan saya bergelar doktor sehingga saat ini memenuhi syarat untuk maju dalam pemilihan calon rektor,” kata Meki Sagrim, Selasa  05 Mei 2020.

Menurutnya, sebagai anak Papua yang mulai mengenyam pendidikan menengah di Manokwari hingga lulus kuliah di Universitas Papua, dirinya merasa terpanggil sebagai penerus Dr. Jacob Manusaway.

“Lahir dan besar di kampus Unipa, saya merasa terpanggil untuk memimpin Unipa. Tujuannya untuk membenah kampus Unipa,” ungkapnya.

Meki menambahkan, sejauh ini Unipa berjalan pada koridor yang tidak benar, banyak hal yang kurang. Ditambah kondisi saat ini di tengah pandemonium virus korona mengharuskan aktivitas perkuliahan tidak berjalan.

Dalam pemaparan visi dan misi yang digelar di aula Rektorat Unipa Selasa 5 Mei, bahwa saat ini kapasitas Internet yang di miliki kampus hanya 180 GPS. Ini hanya dimanfaatkan oleh dosen dan tenaga kependidikan, sedangkan mahasiswa yang jumlahnya sekitar 17 ribu tidak bisa memanfaatkan kapasitas Internet milik kampus.

Butuh waktu 1 tahun untuk meningkatkan kapasitas internet ini dari  180 hingga 500 bahkan bila perlu sampai 1 GB agar mahasiswa bisa melakukan perkuliahan melalui internet,” ujarnya.

Menurut dia besaran anggaran yang digunakan untuk membiayai peningkatan kapasitas internet kampus, yang merupakan Biaya Operasional PTN sebesar 1,8 miliar per tahun melekat pada APBN.

Jika kapasitas internet ditingkatkan menjadi 500 MB, maka uang yang dibutuhkan sekitar 5 miliar. Untuk membiayainya diperoleh dari SPP mahasiswa yang sudah dinaikkan kemudian kita ajukan ke Kementrian lalu di buat subsidi silang setengah dari APBN dan setengah dari Unipa sendiri.

Dia mengaku ketika terpilih, kekuatan dia selaku rektor berada pada senat universitas. Senat harus merumuskan regulasi yang memperbolehkan rektor menggunakan dana PNBP sebesar 2,5 miliar untuk membiayai internet.

” Ini menjadi dasar bagi saya mengeksekusi anggaran, sehingga nantinya ketika dilakukan pemeriksaan oleh BPK tidak beradalah, artinya saya tidak menggunakan uang dengan suka-suka,” kata Meni Sagrim. [adl]

Editor: junaedi


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.