Metro

Masyarakat Diminta Waspada Terhadap Munculnya Siklon Tropis 94W

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,sorongraya.co- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika pusat telah mengelurarkan peringatan kepada lebih dari dua belas wilayah, terkait munculnya bibit siklon tropis 94W, yang terbentuk di wilayah samudera pasifik, sebelah utara Papua. Masyarakat yang berada di dua belas daerah diminta waspada.

menanggapi peringatan dini tersebut Pemerintah Kota Sorong bersama unsur TNI/Polri dan tim tanggap bencana, Rabu siang (14’04/2021) menggelar rapat koordinasi di aula Samusiret kantor Wali Kota Sorong.

Dalam rakor tersebut Kepala BMKG Stasiun Metereologi Bandara DEO, Indar Waluyo mengungkapkan, dari hasil pengamatan BMKG diprediksi dua sampai tiga hari kedepan, bibit siklon tropis 94w bergerak menjauh, meninggalkan Indonesia, tepatnya di utara Papua Barat menuju Philipina dan Taiwan.

Dampaknya tidak langsung untuk wilayah Papua dan Papua Barat, hanya berupa angin kencang, gelombang tinggi, curah hujan meningkat dan munculnya kilat dan petir.

Itu yang perlu diwaspadai bagi masyarakat yang beraktifitas di darat, laut maupun udara. Prediksi kami akan berlangsung sampai tanggal 19 April nanti,” ujarnya.

Lebih lanjut Indar mengatakan, secara klimatologis, puncak musim hujan di wilayah Papua Barat, khususnya di wilayah Sorong akan terjadi pada bulan Juli. BMKG berharap, pemerintah daerah mewaspadai banjir dan longsor pada puncak hujan.

Sementara itu, Sekda Kota Sorong, Yakob Kareth mengimbau masyarakat agar waspada terhadap anomali atau perubahan cuaca, yang sering terjadiakhir-akhir ini. Pemda kota Sorong sendiri telah mempersiapkan sejumlah skenario penanganan/ jika bencana tersebut datang.

Bibit siklon tropis 94W terbentuk di sekitar pasifik barat, sebelah utara Papua, tepatnya -5,8 lintang utara, -141,1 bujur timur, sejak Senin tanggal 12 April 2021. Tekanan minimum bibit siklon tropis 94W ini mencapai 1.007 hpa, dengan kecepatan angin maksimum, di sekitar sistem mencapai 37 km per jam.

Model skala global menunjukkan bibit ini akan menuju arah barat laut, seiring dengan meningkatnya intensitasnya. Potensi hujan dengan intensitas lebat, yang dapat disertai kilat, petir serta angin kencang diperkirakan akan terjadi di wilayah Maluku Utara, sebagian Kalimantan, Sulawesi dan Papua.


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.