Penanaman 1000 pohon mangrove di tempat wisata hutan mangrove kota Sorong beberapa waktu lalu. /Foto: Istimewa
Metro

Kota Sorong Pertama di Papua Barat, Hutan Mangrove Jadi Tempat Wisata

Bagikan ini:
  • 39
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    39
    Shares

SORONG, sorongraya.co – Memiliki garis pantai yang ditumbuhi hutan mangrove, Kota Sorong pertama di Papua Barat yang menjadikan hutan mangrove sebagai tempat wisata.

Berlokasi di Jalan, Malibela kilometer 12, tempat wisata (hutan mangrove) yang berbentuk Daun ini disediakan Pemerintah Daerah untuk masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata, Amos Kareth, S.H mengatakan, hutan mangrove merupakan salah satu hutan dengan tanaman bakau yang berada di tepi lautan. Keberadaan hutan mangrove ini untuk membantu mencegah abrasi maka pemerintah daerah berinisiatif menjadikannya sebagai tempat wisata.

“kami sementara pembangunan tempat wisata hutan mangrove di kota sorong dan sudah 80 persen pembangunannya. Tempat wisata ini pertama kami di papua barat, diperkirakan akan selesai awal  tahun 2019,”ujarnya kepada sorongraya.co di ruang kerjanya. Kamis, 29 November 2018.

Amos menambahkan, tempat wisata tersebut seluas 1 hektar yang terdiri dari ribuan pohon yang ditanam. Namun tujuan wisata ini bukan hanya melihat pohon mangrove, tetapi disana ada beberapa tempat nongkrong untuk anak-anak muda, juga tersedia Gapura, dermaga, gazebo, lahan parkir dan WC umum.

“tempatnya sangat luar biasa karena penanaman pohonnya juga (kemarin-red) dibantu beberapa komunitas anak muda  sorong raya, serta anggota DPRD kota dan dinas terkait,”kata dia.

Menurutnya, tempat wisata lainnya di kota sorong, dikuasai langsung oleh masyarakat namun, tempat wisata pohon mereka ini dikelola langsung oleh dinas pariwisata kota sorong.

Namun lanjutnya dia, setelah launching dan siap, tempat wisata tersebut tidak akan dikenakan tarif masuk, karena masih promo. Seiring waktu berjalan setelah semua sudah rampung baru kita menentukan biaya masuknya yang akan ditentukan sesuai peraturan daerah (Perda) yang berlaku.

“untuk pekerjanya, kami akan menyiapkan pekerja di tahun 2019 setelah kami tata secara benar dan sempurna,” tandasnya. [tri]


Bagikan ini:
  • 39
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    39
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.