MetroTanah Papua

Korban T3was Akibat Ditikam, Polisi Amankan Empat Terduga Pelaku

×

Korban T3was Akibat Ditikam, Polisi Amankan Empat Terduga Pelaku

Sebarkan artikel ini

SORONG, sorongraya.co- Aparat Polresta Sorong Kota mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam kasus penikaman yang mengakibatkan seorang pria meninggal dunia di kawasan Jalan Baru, belakang Ringgo, Kota Sorong, Selasa (14/7/2026).

Keempat terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial SM alias Sefnat, AM alias Agus, MJ alias Marthen, dan SS alias Stefen. Mereka ditangkap tidak lama setelah kejadian dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Sorong Kota.

Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota AKP Afriangga U. Tan membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, penikaman yang diduga diawali aksi pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 07.40 WIT dan dipicu persoalan pribadi yang melibatkan hubungan keluarga.

“Laporan awal kami terima sekitar pukul 09.07 WIT. Korban atas nama Orgenes Faturi alias Otis diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Ringgo hingga mengalami luka serius dan bersimbah darah,” ujar AKP Afriangga kepada sorongraya.co melalui sambungan telepon.

Usai menerima laporan, personel Satreskrim Polresta Sorong Kota langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu Sorong. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, polisi mengidentifikasi empat orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap korban, yakni SM alias Sefnat, AM alias Agus, MJ alias Marthen, dan SS alias Stefen.

“Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap salah satu terduga pelaku, yakni Agus, yang bersangkutan mengaku sakit hati karena adik perempuannya berinisial EM diduga sering diganggu dan mendapat ancaman dari korban,” kata Afriangga.

Menurutnya, EM kemudian menghubungi keluarganya di kampung halaman dan mengaku kerap mendapat perlakuan yang membuatnya merasa takut.

“EM sempat mengamankan diri di rumah pamannya di Sorong karena korban sering mengancamnya,” jelasnya.

Sekitar pukul 03.00 WIT, sejumlah kerabat EM tiba di Kota Sorong. Berdasarkan informasi yang diterima dari EM, mereka kemudian mencari keberadaan korban di kawasan belakang Ringgo.

Setelah menemukan korban sekitar pukul 07.00 WIT, para terduga pelaku diduga langsung melakukan penyerangan.

“Padahal EM dan korban masih memiliki hubungan keluarga karena orang tua mereka masih memiliki hubungan kekerabatan atau marga,” ungkapnya.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Sele Be Solu untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

“Korban meninggal dunia akibat mengalami luka sobek serius di bagian punggung, leher, dan kepala. Korban diduga menjadi korban pengeroyokan dan dianiaya menggunakan senjata tajam,” pungkas Afriangga.

Saat ini, Satreskrim Polresta Sorong Kota masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku serta melengkapi alat bukti untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.