Kesbangpol Tambrauw Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik. (Foto: Trisna)
Metro

Kesbangpol Tambrauw Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Pemilih Milenial

Bagikan ini:
  • 16
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    16
    Shares

SAUSAPOR, sorongraya.co- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tambrauw menggelar sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di aula Pemberdayaan Masyarakat, Selasa, 18 September 2018.

Kepala Badan Kesbangpol Mousche WJ. Woria, S.Ip mengatakan, dilaksanakan kegiatan tersebut politik muda ini bertujuan untuk membekali anak-anak didik SMP, SMA dan pemuda yang baru memilih di Pemilu 2019 mendatang.

“Mungkin anak-anak yang sudah berumur 17 tahun akan menjadi peserta pemilih pertamakalinya mengikuti pemilihan umum, jika sudah disuruh memilih mereka sudah tau dan tidak bingung,” ujar Mousche kepada wartawan

Menurutnya dengan adanya sosialisasi pendidik pemilih pemula sangat bermanfaat nantinya. Jika sudah waktunya, kami memiliki kesempatan untuk memilih pemimpin dimasa depan.

Semantara itu Bupati Kabupaten Tanbrauw, Gabriel Asem, S.E., M.Si yang diwakili Sekertaris Daerah (Sekda) Engelberthus Kocu dalam sambutannya mengatakan, Pemilihan Umum (Pemilu) adalah sarana Demokrasi mewujudkan Pemerintahan dan Negara yang berkedaulatan rakyat. Yang mana Pemerintahan rakyat terbentuk dari Pemilihan Umum.

Engel Kocu menambahkan, Pemerintah tidak bisa berjalan tanpa persetujuan rakyat, banyak sekali pemilih muda (Milenial) di Indonesia  yang kebanyakan pelajar SLTA dan Mahasiswa. Sehingga permasalahan yang berhubungan dengan pemilih muda perlu dipandang sebelah mata karena dianggap paling riskan akan pengaruh-pengaruh negatif.

“Mereka jangan dipandang sebelah mata terlebih nyata melalui program-program kamajuan teknologi. Namun begitu mereka tetap hatua diberikan pengarahan dan ikut terlibat dalam proses pemilihan umum. Makanya, arahan sangat diperlukanagar tidak terindikasi dengan budaya-budaya yang tidak senada sebab pemilih pemula adalah orang yang baru memilih,” uturnya.

Senada disampaikan salah satu siswi SMA YPK Imanuel Werur, Marice Mambrasar bahwa sosialisasi ini mengajarkan dirinya dan kaum muda lainnya akan pentingnya mengambil bagian dalam pemilu mendatang. Bagaimana mengambil tindakan memilih pemimpin yang benar sekaligus memberikan pemahaman seperti apa itu pemilih pemula

“Sosialisasi mendidik kami para pemula dan sangat bermanfaat jika sudah waktunya, kami memiliki kesempatan untuk memilih pemimpin,” ujarnya. [tri]


Bagikan ini:
  • 16
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    16
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.