I Ketut Maha Agung, Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, bersama istri saat menggelar perkenalan dengan seluruh Pemerintah se Sorong Raya, BUMN dan BUMD. [foto: Junaedi-SR]
Metro

Kajari Sorong, I Ketut Maha Agung: Saya Bukan Orang Baru di Papua

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, sorongraya.co – Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, I Ketut  Maha Agung mengaku jika dirinya bukanlah orang yang baru hadir di tanah Papua. Pernyataan tersebut disampaikannya saat Dirinya bersama Istri menggelar acara perkenalan dengan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten dan Kota se Sorong Raya, pimpinan TNI-Polri, BUMN, BUMD dan BUMS. Kamis 06 Februari 2020 di Swissbel Hotel Sorong.

Sebelumnya I Ketut  Maha Agung menjalankan tugas di Provinsi Papua dengan jabatan sebagai Koordinator di Kejaksaan Tinggi Papua. Pada perkenalan tersebut, Ketut sedikit menceritakan bagaimana pahitnya saat melaksanakan tugas sebagai jaksa eksekutor kasus Bali Nike.

“Saya bersama seseorang yang pada saat itu tepat pukul 24.00 WITA mendampingi terpidana untuk di eksekusi mati. Dalam proses eksekusi mati tentunya secara pribadi ada perasaan sedih saat melihat si terpidana dipakaikan kain penutup kepala sesaat sebelum eksekusi. Sebagai jaksa pun tak kuasa menahan tangis ketika melihat terpidana di eksekusi mati. Ini menjadi pengalaman berkesan bagi saya selama menjadi jaksa,” kata pria yang pernah menjabat Plh Kajari Sorong ini.

Ketut berharap dukungan dan kerja sama yang baik antara Muspida, TNI, dan Polri dalam menegakan hukum di wilayah Sorong Raya. “Apa yang telah diperbuat oleh senior saya Akhmad Muhdhor akan saya perbaiki. Kejaksaan Negeri Sorong akan memberikan pelayanan yang terbaik dan cepat dalam upaya penegakan hukum,” pungkasnya.

Mewakili seluruh pemerintah daerah yang ada di wilayah Sorong Raya, Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau mengatakan, kajari ini bukanlah orang baru di tanah Papua. Dia sudah mengenal baik seluruh wilayah yang ada di tanah Papua.

Kehadiran kajari baru tentunya membawa kebahagiaan dan kebersamaan bagi seluruh pemerintah daerah, instansi vertikal maupun BUMN dan BUMD di wilayah Sorong Raya.

Lambert mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyatukan hati untuk membangun. “Kita harus punya satu komitmen membangun di Sorong Raya. Mari kita begandeng tangan menyatukan hati dan menanggalkan perbedaan untuk melihat nusantara ini. Ada hal yang perlu kita koordinasikan akan kita lakukan,” kata Lambert mengakhiri sambutan. [jun]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.