Jefri Duwit, S.H, lulusan sarjana muda asa Fakultas Hukum Umel Mandiri Jayapura, siap mencalonkan diri sebagai kepala kampung di kampung halamannya, Tigirolo Distrik Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel).
Metro

Ini Alasan Jefri Duwit Siap Calonkan Diri Jadi Kepala Kampung

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

TEMINABUAN,sorongraya.co – Jefri Duwit, S.H, lulusan sarjana Fakultas Hukum Umel Mandiri Jayapura, siap mencalonkan diri sebagai kepala kampung di kampung halamannya, Tigirolo Distrik Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel).

Salah satu yang mendorong Jefri untuk tetap memilih mengabdi di kampung, yakni karena prihatin melihat kondisi masyarakat di kampungnya.

“Oleh sebab itu para sarjana, harus kembali mengabdi di kampung halaman sendiri, untuk membagikan ilmunya kepada masyarakat,” ucap Jefri, Jumat (12/07).

Jefri seorang sarjana muda yang saat ini mengabdi di kampung halaman sebagai bendahara kampung Tegirolo Distrik Teminabuan Sorsel ini, berkeinginan mengembangkan kampungnya dengan menggunakan dana desa. Namun ada batasan batasan yang tak bisa Jefri melangkah lebih maju bersama masyarakatnya di kampung, karena kewenangan penuh ada di kepala kampung.

“Saya bertekat dengan penuh semangat, untuk maju mencalonkan diri sebagai kepala kampung demi masa depan masyarakat saya di kampung Tigirolo. Karena sejak 2015 hingga 2019 dana kampung semakin menigkat tapi pengunaan dana kampung belum tepat sasaran,” ucapnya.

Menurut dia, sebaiknya alokasi dana kampung ini digunakan sesuai prosedur yakni untuk program jangka panjang, seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan. Sehingga bisa menghasilkan program jangka panjang yang terus dirasakan di tengah masyarakat.

Jefri menegaskan apabilah dirinya berhasil menjadi kepala kampung maka harapannya yang selama ini diyakininya akan bisa diterapkan dimasyarakat. Sehingga penggunaan dana kampung benar-benar dirasakan manfaatnya di masyarakat.

“Walau saya sempat mendapat penilaian dari masyarakat terkait status saya sebagai sarjana hukum, masyarakat juga meminta saya untuk sebaiknya mencari pekerjaan yang pantas sesuai dengan pendidikan saya, sehingga saya semakin dikenal di kalangan masyarakat luas,” akunya.

“Tapi saya bersihkeras untuk mau bersama-sama dengan masyarakat kampung membagikan ilmu saya kepada masyarakat kampung. Dan saya tidak mau untuk ilmu yang saya peroleh ini tidak berguna untuk masyarakat kampung saya. Karena masyarakat di kampung masih sangat membutuhkan ilmu yang kita peroleh,” tambah Jefri. [Ferd/krs].


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.