Metro

Hutan Papua Sangat Kaya Akan Satwa Endemik Yang Belum Banyak Diketahui

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Provinsi Papua dan Papua Barat kaya akan Sumber Daya Alam dan Keanekaragaman Hayati yang patut di jaga dan dilindungi. Terlebih lagi di Kabupaten Raja Ampat, selain terkenal dengan keindahan wisatanya, di Raja Ampat juga terdapat dua satwa endemik yang bisa kita jumpai, yakni cendrawasih ekor merah dan cendrawasih kepala botak.

” Dua satwa endemik ini bisa duangkat menjadi sebuah tulisan menarik yang dapat dibaca semua orang,” kata Ketua Umum SIEJ, Rochimawati di sela-sela penutupan Workshop dan Fellowahip Jurnalis Hutan Papua Kunci Mitigasi Krisis Iklim di Kasuari Valley Resort, Sabtu (02/10/2021).

Menurut perempuan yang akrab dipanggil Ochi ini, sangat penting bagi wartawan untuk meliput soal cendrawasih ekor merah dan cendrawasih kepala botak. Dengan begitu, semua orang akan tahu bahwa satwa ini hanya dapat kita temui di Raja Ampat.

Di samping burung cendrawasih, Raja Ampat juga memiliki hewan khas lainnya, yaitu kepiting kenari, yang juga dilindungi,” ujarnya.

Walaupun hanya beberapa jam dapat melihat langsung burung cendrawasih ekor merah di Warkesi Forest Camp, Ochi berbagi cerita bersama rekan-rekan jurnalis dari berbagai platform yang mengikuti workshop dan fellowship jurnalis hutan Papua kunci mitigasi krisis iklim.

” Satwa endemik yang dimiliki Raja Ampat ini sangat indah. Sayang jika teman-teman jurnalis tidak mengangkatnya dalam auatu liputan,” ungkapnya.

Ochi pun berharap, setelah kegiatan ini teman-teman jurnalis yang ada di Sorong, Papua Barat maupun di wilayah lainnya bisa menulis berita tentang satwa endemik ini. Semoga tahun depan, ini bisa menjadi project nasional bagi SIEJ, yang nantinya bisa di dukung oleh teman-teman jurnalis yang ada di Sorong.

Sehari sebelumnya, Kepala balai Besar KSDA Provinsi Papua Barat, Budi Mulyanto mengatakan hitam Papua menjadi bagian penting yang harus dipertahankan di Indonesia.

Keanekaragaman yang ada di hutan Papua tentunya tidak dapat dijumpai di tempat lain. Hutan Papua masih virgin, belum tersentuh oleh siapapun. Dengan kondisi yang demikian, bagaimana kita melaksanakan program yang berkelanjutan untuk kawasan hutan Papua.

Dalam pemaparannya, selain melaksanakan kebijakan pemerintah, BBKSDA Papua Barat juga ikut berperan memberikan pendampingan kepada masyarakat yang berada di areal Kawasan Konservasi untuk bersama-sama menjaga hutan tetap lestari, sehingga satwa yang ada di dalamnya tidak punah atau berpindah ke tempat lain.

Budi mengaku bahwa saat ini pihaknya berkonsentrasi penuh menjaga tempat bermainnya burung cendrawasih ekor merah di Warkesih Forest Camp. Tempat pengamatan burung cendrawasih ini hingga saat ini masih di jaga oleh Kelompok Tani Hutan, maksudnya agar tempat atau habitat satwa endemik Raja Ampat ini tidak rusak.

Di Warkesi Forest Camp kita dapat mengamati indahnya kicauan serta tarian burung cenderawasih ekor merah yang jumlahnya bisa mencapai 7-9 ekor. Di pos pengamatan yang berada di ketinggian 1.500 mdpl ini wisatawan lokal maupun luar negeri dapat melihat cenderawasih ekor merah di waktu pagi hari sekitar pukul 07.00 WIT dan sore hari pukul 17.00 WIT.

” Biasanya kalau pagi wisatawan yang datang bisa menemukan cenderawasih jenis Wilson Bop atau yang sering di sebut oleh masyarakat sekitar cenderawasih botak,” kata penjaga Warkesi Forest Camp, Edwin Dapa, Selasa, 28 September 2021.

Lebih lanjut Edwin mengatakan, dari pos pengamatan Warkesi, wisatawan lokal maupun luar negeri dapat menyaksikan burung khas Papua ini menari-nari dan berkicau di atas pohon yang daunnya telah habis.

Kadang kalau ada dua cenderawasih ekor merah betina akan mengundang 7 hingga 9 cenderawasih jantan. Pejantan mana yang dapat menunjukan superioritasnya, berhak mengawini si betina.

” Ketika satu burung datang ke atas pohon, lalu berkicau, tidak lama kemudian burung cenderawasih yang lainnya datang. Suara kicauan merdu akan terdengar di sekitar pos pengamatan,” kata Edwin yang kesehariannya menjaga pos pengamatan burung cendrawasih Warkesi.

Edwin menambahkan, selain burung cenderawasih ekor merah, wisatawan dapat melihat langsung burung kakatua jambul kuning maupun burung Mambruk.

Apalagi jika musim panas, biasanya burung yang terkenal dengan warna ungu ini turun ke bawah mencari air. Kalau pas berada di lokasi ini pasti ketemu dengan burung mambruk.

Pria dari KTH Warkesi ini berharap, habitat burung cendrawasih ini tetap terjaga dengan baik sehingga wisatawan bisa terus melihat maupun menyaksikan burung cendrawasih ekor merah dan wilson bop.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.