Menkes RI, Prof. dr. Nila Farid Moeloek Sp.A (K), saat membuka BELKAGA Nasional di alun-alun Aimas Kabupaten Sorong. (Foto: Kumala Dewi)
Metro

Menkes-RI Hadiri Pencanangan BELKAGA Nasional di Alun-alun Aimas

Bagikan ini:
  • 26
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    26
    Shares

SORONG, sorongraya.co- Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila Farid Moeloek Sp.A (K), beserta 51 Bupati se Indonesia hari ini melakukan Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) secara Nasional yang berlangsung di Alun-alun Aimas Kabupaten Sorong. Senin, 15 Oktober 2018.

Kegiatan yang merupakan momen dalam mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah pada tahun 2020 dihadiri Gubernur Provinsi Papua Barat, Drs, Dominggus Mandacan, 51 Bupati se Indonesia yang ikut dalam pencanangan eliminasi kaki gajah, Dinas Kesehatan sebagai Indonesia, Forkompinda, MRP, Badan Dunia (WHO) DPRD Kabupaten Sorong, Tokoh Adat, agama dan Masyarakat.

Sebelumnya pencanangan Belkaga I tahun 2015 diselenggarakan di Cibinong, Kabupaten Bogor, disusul Belkaga II tahun 2016 yang selenggarakan di Kabupaten Kuala Kurun dan Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah. Belkaga III tahun 2017 diselenggarakan di Desa Jatisrono, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah dan Belkaga IV tahun 2018 diselenggarakan di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat.

Menkes RI, Nila Moeloek mengapresiasi Provinsi Papua Barat yang meraih juara pertama Eliminasi Filariasis yang mencatat 98 persen cakupan berantas kaki gajah. Selain itu enam (6) kabupaten yang endemis Filariasis di Indonesia antara lain, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat. Dimana Belkaga ke empat dilaksanakan di 131 Kabupaten/Kota endemis Filariasis yang tersebar di 23 Provinsi di Indonesia termasuk Provinsi Papua Barat.

Puncak peringatan Belkaga ke empat di Kabupaten Sorong Menkes Nila Moeloek memberikan Sertifikat Eliminasi Filariasis kepada empat Bupati yang wilayahnya telah berhasil mencapai status Eliminasi Filariasis antara lain: Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kabupaten Tangerang, Banten, Kabupaten Rote Ndao (NTT) dan Kabupaten Merauke (Papua).

“Hari ini merupakan perjuangan yang sangat tidak mudah untuk dicapai, mengingat penyakit Filariasis sangat berbahaya namun dengan adanya pencanangan ini bisa mengeliminasi penyakit yang yang termasuk langka,” ujar nila.

Nila berharap Provinsi Papua Barat dari 12 Kabupaten 1 Kota berpartisipasi dalam penanggulangan mencegah penyakit kaki gajah sampai tahun 2020. [dwi]


Bagikan ini:
  • 26
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    26
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.