H. A. Gunawan, Ketua Baznas Papua Barat. [foto: adlu-sr]
Metro

Gunawan: Baznas Berperan Angkat Kesejahteraan Umat

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, sorongraya.co – Badan Amil Zakat Nasional (Basnas) Papua Barat dalam menyalurkan dana zakat, selain untuk fakir miskin dan asnaf (golongan) lainnya sesuai ketentuan, Basnas juga mendistribusikan dana zakat ini untuk pemberdayaan ekonomi. Hal ini disampaikan  Ketua Baznas Provinsi Papua Barat, H. A. Gunawan di ruang kerjanya kemarin.

Menurut Gunawan, program pemberdayaan Baznas dalam bentuk usaha tidak semata memberikan modal, tapi juga melakukan pendampingan. Mulai dari awal hingga beberapa waktu berjalan.

“Tidak dibiarkan begitu saja. ”Harapannya, kata Gunawan, usahanya dapat berkembang dengan baik dan kemudian pada tahun berikutnya, mereka bisa menjadi wajib zakat (muzaki). Bukan lagi sebagai penerima zakat (mustahik).

Dengan demikian, lanjut Gunawan, Baznas sebagai lembaga resmi pemerintah yang berwenang mengelola dana zakat dapat  berperan dalam mengsejahterahkan dan menuntaskan kemiskinan di daerah ini. “Ini amanat undang-undang,” tandas Gunawan.

Karena itu, Baznas berupaya terus melakukan upaya pengumpulan dana zakat, baik di masyarakat, lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta.

Untuk pengumpulan di lembaga pemerintah, baru beberapa yang berjalan baik. Di antaranya, Kantor Kementerian Agama Provinsi, Kodam dan Polda. Sedangkan lembaga swastanya yakni SMA Yapis. “Semakin banyak dana zakat yang terhimpun, maka semakin banyak pula mustahik yang dapat dibantu dan diberdayakan,” kata Gunawan optimis.

Meski dana yang terkumpul belum terlalu besar, selama ini Baznas telah banyak membantu mereka yang membutuhkan. Apalagi disaat pandemi covid yang telah mengakibatkan tidak sedikit umat yang jatuh miskin. “Baznas menyalurkan bantuan paket sembako dan bantuan lainnya, terutama kepada keluarga pekerja informal, tukang ojek, termasuk usaha kecil yang terpaksa sementara macet,” pungkasnya.

Butuh Dukungan Regulasi

Gunawan mengakui kesadaran umat membayar atau menunaikan zakat ke Baznas masih terbilang rendah. Selain itu, masih banyak pula para pengusaha Muslim yang mengirim dana zakatnya ke daerah asal mereka. “Mestinya kalau berusaha dan mencari nafkah di sini, zakatnya juga dikeluarkan di sini. Agar bisa bermanfaat langsung kepada masyarakat di daerah ini,” ujar Gunawan.

Kondisi seperti ini butuh dukungan pemerintah berupa kebijakan. Beberapa waktu lalu baznas telah menemui gubernur. “Alhamdulillah beliau menyambut baik usulan Baznas untuk diterbitkan perda zakat atau semacamnya. Tinggal ditindaklanjuti.” Tutur Gunawan. [adl]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.