Dr. Meky Sagrim, Rektor Universitas Negeri Papua. [foto: adlu-sr]
Metro

Dr. Meky Sagrim Terpilih Sebagai Rektor UNIPA

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, sorongraya.co – Setelah melalui mekanisme pemilihan rektor, akhirnya Dr. Meky Sagrim terpilih sebagai Rektor Universitas Papua. Meky Sagrim  memperoleh suara 32 atau 54 persen dibanding dua rekannya Onesimus Yoku dan Dr. Rudi A. Maturbongs.

Kepada Wartawan Meky mengaku tetap merangkul dua rivalnya itu untuk memajukan Kampus yang berkedudukan di Manokwari Provinsi Papua Barat ini.

“Meskipun saya mengungguli dua kaka Saya, tetapi kewajiban Saya untuk merangkul semua, sebab ketika kita bekerja untuk institusi ini jangan melihat perbedaan dari mana, Itu tidak boleh,” Kata Meky Selasa 12 Mei 2020.

Bagi Megi, tantangan yang dihadapi di Universitas Papua terlalu banyak, terutama pekerjaan rumah yang akan dihadapi seperti masih ada 12 Program Studi yang belum diakreditasi dan masih ada 18 Program studi yang akreditasi C.

“Jumlah Laboratorium di Unipa ini puluhan tapi belum ada satu pun yang memiliki sertifikasi ISO,” ungkapnya.

Mirisnya, Kata Meky Sagrim di Universitas Papua jumlah Guru Besar di Kampus tersebut hanya beberapa orang.

“Jumlah Guru besar di universita ini hanya Tujuh Orang atau 1, 16 persen dari total dosen yang jumlahnya sekitar 559 orang, jadi masih terlalu banyak hal yang harus dibenahi,” tutur Meky sembari mengatakan tidak perlu mempersalahkan siapa-siapa tetapi dirinya merasa pekerjaan kedepannya sangat berat.

Dia menyebutkan bahwa anak-anak yang datang kuliah di kampus ini namun begitu wisudah di ijazah tidak ada Akreditasi Institusi.

“Bagaimana anak-anak ini pergi melamar pekerjaan, sampai hari ini saya mencatat belum ada yang lulus di Universitas ini kemudian pergi melamar dan lolos di  Akmil atau Kepolisian. Brigjen Petrus Waine itu alumni Uncen, karena mereka memperhatikan kualitas,” jelasnya.

Meky Sagrim mengaku akan memisahkan jabatan Ketua Senat dengan Rektor sehingga kedepan yang diinginkan adalah chek and balance.

“Jadi rektor itu hanya melaksanakan eksekusi tugas-tugas yang menjadi kebijakan yang dituangkan oleh Senat. Jadi Senat harus mengeluarkan regulasi yang berkaitan dengan keuangan,” pungkasnya. [adl]

Editor: Junaedi


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.