Salah satu warung nasi kuning terlihat sepih pengunjung. [foto: david-sr]
Metro

Dampak Covid-19, Pendapatan PKL di Raja Ampat Menurun

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAISAI, sorongraya.co – Dampak dari merabaknya Corona Virus atau Covid-19 membuat pendapatan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjual nasi kuning menurun drastis. Seperti yang dirasakan pemilik warung bernama Ani, yang kesehariannya berjualan di pasar Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat demi mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Ani mengaku pendapatannya menurun lantaran pembeli sepih di warung miliknya, bahkan di beberapa warung lain juga merasakan hal serupa. Dari yang biasa Rp 1. 800.000 perhari kini menurun Rp 500 ribu.

“Biasanya bisa 10 termus nasi habis dalam sehari, tetapi sekarang sudah dibagi dua menjadi 5 termus nasi, itupun terkadang juga masih tersisa sekitar 3 bungkus,” kata Ani ketika diwawancara sorongraya.co, Minggu 26 April 2020. Meski pendapatan menurun, Ani tetap bersyukur karena mendapat bantuan sembako yang diberikan oleh Pemerintah Raja Ampat.

Bantuan sembako yang diterima oleh Ani diantaranya, beras 10 Kg, Minyak Goreng dua liter, Daun Teh 1 kotak, Kopi 1 Bungkus, Gula Pasir 2 Kg dan Tepung Terigu 2 Kg. Ditanya apakah bantuan tersebut cukup dalam sebulan, kata Ani tidak cukup dan paling lama sekitar 14 hari sembako tersebut sudah habis.

Dirinya juga sempat mendengar informasi bahwa akan ada bantuan dari pemerintah berupa uang tunai sebesar Rp. 600.000  per tiga bulan, sehingga dia sudah mengumpulkan Kartu Keluarga (KK) ke RT tempat dia tinggal.

“Kalau misalnya Rp. 600 ribu dipakai dalam sebulan tidak akan cukup. Mana mungkin 600 ribu cukup untuk sebulan saat situasi seperti ini. Saya yang anaknya hanya tiga orang saja tidak cukup, apalagi yang anaknya 5 orang,” tuturnya.

Ani berharap wabah virus corona ini dapat dituntaskan secepatnya sehingga masyarakat, terutama penjual nasi kuning dapat berjualan seperti biasanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang, La Anto menambahkan bahwa dengan adanya wabah Covid-19 ini, pendapatan perhari mereka kini menurun, sebab pembeli sepih. “Iya benar pendapatan kita menurun dan para pembeli juga tidak seperti biasanya. Tetapi suka atau tidak kita tetap berjualan, untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” tutupnya. [dav]

 


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.