Tampak sejumlah anggota Brimob yang berjaga-jaga di kantor LP3BH Manokwari pada Selasa siang 10 Desember 2019. [foto: dok-sr]
Metro

Cristian Warinussy Protes Kantor LP3BH Manokwari Dijaga Anggota Brimob

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, sorongraya.co – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Cristian Warinussy memprotes aksi yang dilakukan oleh sejumlah anggota Brimob yang menduduki kantor LP3BH Manokwari pada Selasa siang 10 Desember 2019.

Menurut Yan, kehadiran Brimob BKO Polda Maluku dibawah komando Kapolda Papua Barat dan Kapolres Manokwari di kantornya itu membuat perhatian sehingga menimbulkan pertanyaan masyarakat setempat.

“Ini sempat menarik perhatian warga di Manokwari serta menimbulkan rasa takut dan kuatir pada staf LP3BH Manokwari, terutama meresahkan para pekerja HAM di Tanah Papua, Indonesia dan dunia internasional,” tegas Yan kepada sorongraya.co. Rabu 11 Desember 2019.

Yan menuturkan, kedatangan sejumlah anggota Brimob tersebut menyusul informasi bahwa akan dilakukan aksi demo memperingati hari HAM se Dunia pada tanggal 10 Desember 2019. Padahal pihaknya tidak pernah merencanakan aksi tesebut.

Tampak sejumlah anggota Brimob yang tengah berjaga-jaga di kantor LP3BH Manokwari pada Selasa siang 10 Desember 2019. [foto: dok-sr]
Tampak sejumlah anggota Brimob yang tengah berjaga-jaga di kantor LP3BH Manokwari pada Selasa siang 10 Desember 2019. [foto: dok-sr]
“Katanya mereka dapat informasi intelijen bahwa hari ini Selasa, 10/12 ada rencana aksi massa dalam jumlah besar akan turun jalan, dan salah satu titik sasaran aksi ke kantor LP3BH Manokwari, maka mereka datang berjaga-jaga,” terang Yan sembari menyampaikan keterangan Ketua Badan Pengurus (Board Member) LP3BH Dr. Ir. Agus Sumule.

Terkait hal tersebut, Putra Papua yang pernah memenangkan Penghargaan Internasional di bidang HAM “John Humphrey Freedom Award” tahun 2005 di Canada ini membantah alasan itu. Menurutnya LP3BH tidak pernah menerima pemberitahuan lisan maupun tertulis sebelumnya tentang rencana aksi dimaksud.

Dirinya memandang kehadiran anggota Brimob di kantor LP3BH jelas-jelas merupakan suatu bentuk intimidasi fisik dan teror terhadap pekerja Pembela HAM di Manokwari.

“Kami sama sekali tidak menerima pemberitahuan apapun sebelumnya dari polisi atau brimob tentang rencana pengamanan tersebut. Ini juga sangat mencoreng Peringatan Hari HAM Internasional yang sangat dihormati negara dan dunia,” ujar Yan.

“Menurut informasi dari staf saya, mereka (Brimob) telah ada di kantor LP3BH sejak jam 06:00 wit dengan alasan menjaga keamanan kawasan Jalan Gunung Salju. Apakah tidak ada tempat lain,” tanya Yan kembali. [sr]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.