Terlihat Siswa SMAIT Al-Izzah membagikan Nasi Bungkus kepada Korban Banjir di Kota Sorong. [foto: Ayu]
Metro

Buka Dapur Umum, SMAIT Al Izzah Bagi 660 Paket Nasi Bungkus

Bagikan ini:

SORONG, sorongraya.co – Sekolah Menegah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Peradaban Al-Izzah Kota Sorong membagikan 660 Nasi Bungkus siap saji kepada para korban banjir di Kota Sorong. Bantuan tersebut dilaksanakan sejak Selasa 23 Agustus 2022 hingga Kamis 25 Agustus 2022.

Presiden Dewan Siswa SMAIT Peradaban Al Izzah Sorong, Zulfajar mengatakan bahwa Nasi bungkus yang dibagikan itu dimasak di dapur umum oleh seluruh Pengurus Dewan Siswa didampingi para pengajar.

Untuk siswa putri dan guru menyiapkan nasi serta minuman kemudian didistribusikan oleh siswa putra. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian seluruh keluarga SMAIT kepada warga Sorong.

Para Dewan Guru dan Siswi SMAIT Peradaban Al-Izzah saat mempersiapkan makanan untuk dibagikan oleh siswa Putra. [foto: Ayu]]
Para Dewan Guru dan Siswi SMAIT Peradaban Al-Izzah saat mempersiapkan makanan untuk dibagikan oleh siswa Putra. [foto: Ayu]
“Kami segera mengumpulkan donasi untuk membuat nasi bungkus. Ini sebagai bentuk kepedulian kami, karena teman-teman, guru-guru kami juga menjadi korban terdampak banjir. Bantuan juga kami serahkan kepada masyarakat di beberapa titik pengungsian,” kata Zulfajar yang masih berada di bangku kelas XII tersebut.

Tak hanya Nasi Bungkus, Zul Fajar mengaku jika pihaknya juga menyerahkan bantuan berupa peralatan masak kepada beberapa guru yang mengalami musibah banjir.

“Besok (Kamis ini) kami akan serahkan beberapa kompor untuk guru-guru. Kita kerahkan teman-teman untuk membantu membersihkan masjid-masjid dan rumah guru maupun teman kami yang masih terkena lumpur,” kata Zul Fajar kepada sorongraya.co. Rabu 24 Agustus 2022.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAIT Peradaban Al Izzah, Abdul rauf mengatakan bahwa program ini sebagai bentuk internalisasi leadership yang selama ini dipelajari oleh siswa.

“Inilah pembelajaran nyata yang kami lakukan. Kami tidak ingin siswa kami handal dari aspek kognitif saja, namun kecerdasan sosial juga harus terpenuhi. Dan ini bentuk dari internalisasi leadership yang selama ini mereka pelajari, bukan hanya hebat secara pribadi namun juga menghebatkan tim,” tutur Rauf.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.