Hukum & KriminalMetro

Benarkah Ada Keterlibatan 2 Kapolres di PBD Dalam Kasus BBM Ilegal

×

Benarkah Ada Keterlibatan 2 Kapolres di PBD Dalam Kasus BBM Ilegal

Sebarkan artikel ini
Truck Tanky BBM Ilegal yang ditangkap Polda Papua Barat Daya.

SORONG, sorongraya.co – Keterlibatan oknum anggota polisi dalam kasus dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak yang digrebek Tim Direktorat Kriminal Khusus, Polda Papua Barat Daya baru-baru ini menyisihkan tanda tanya public.

Dua nama Perwira Polisi yang diduga menjabat sebagai kapolres, dan satu nama perwira polisi di Polda Papua Barat Daya mencuat setelah Kuasa Hukum Deasy (pemilik BBM Ilegal), Yudha Jatir Marau menyebut oknum perwira polisi yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Dalam keterangan pers, pasca penangkapan Supir Truck Tanky Minyak inisial A, di Gudang PT Salawati Motor, kata Yuda kliennya rutin memberikan uang setoran berkisar Rp7 juta hingga Rp 20 juta per bulan kepada tiga oknum perwira Polri itu.

Selain menerima setoran bulanan, ketiga perwira polisi itu diduga juga ikut memodali bisnis illegal bersama dengan kliennya, sejak Desember 2025 sampai dengan April 2026.

Ia mengapresiasi tindakan polda papua barat daya dengan tegas menangkap supir truck untuk diperiksa lebih lanjut, namun Yuda menggaris bawahi tindakan hukum polda tidak boleh tebang pilih, alias tumpul ke atas dan tajam  ke bawah.

“Kami harap penegakkan hukum harus tegas, jangan tumpul ke atas, tajam ke bawah. Ada oknum perwira Polresta Kota Sorong yang diduga ikut membekengi dan menerima setoran dari pelaku usaha ini, ada oknum perwira polres kabupaten sorong yang diduga menerima setoran dan ikut membiayai usaha ini, lalu kemudian ada juga oknum perwira polda papua barat daya. Penegakan hukum harus tegas,” tutur Yuda usai mendampingi kliennya saat diperiksa di Penyidik baru-baru ini.

Berdasarkan informasi yang diterima sorongraya.co ketiga oknum polisi itu berinisial AS, EP dan SN.

Langkah Polda Papua Barat Daya

Untuk mengungkap kebenaran tersebut Jajaran Polda Papua Barat Daya membentuk tim gabungan guna menyelidiki kasus dugaan keterlibatan oknum polisi, dalam kasus mafia bahan bakar minyak di Kota Sorong.

Inspektur Pengawas Daerah Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol Fernando Sanches Napitupulu mengatakan, berdasarkan instruksi presiden pihaknya membentuk tim memeriksa terduga pelaku.

Pihaknya bahkan telah memanggil Penasehat Hukum Deasy Budi Kasih, untuk dimintai keterangan.

“Setelah viral ada oknum perwira polisi ikut terlibat dalam mafia BBM, kami kemudian panggil penasihat hukum Deisy Budi Kasih,” ujar Sanches kepada Wartawan. Kamis 23 April 2026.

Sesuai penjelasan dari penasihat hukum, para oknum yang disinyalir terlibat dalam perkara BBM, juga termasuk AS dan EP yang berpangkat Perwira Menengah. Pihaknya juga telah menerima 10 nama Polisi yang diduga kuat ikut bermain dalam mafia BBM.

Sanches menegaskan dari sepuluh nama itu juga telah diuraikan bukti dan peran serta mereka dalam kegiatan penimbunan BBM. Ia berpesan setelah memanggil 10 orang yang namanya disebut, selanjutnya bakal diproses jika benar-benar terbukti.

Apa Tanggapan Masyarakat.

Gambar Ilustrasi

Kasus Penimbunan BBM Ilegal yang diduga melibatkan oknum Perwira Polisi kini menjadi perbincangan hangat ditengah masyaraat. Warga meminta keterbukaan Polda Papua Barat daya mengungkap kasus tersebut.

Antonius, salah satu warga kota sorong menyayangkan peristiwa itu. Menurutnya Penyidik Polda Papua Barat Daya harus benar-benar mengungkap keterlibatan oknum perwira polisi yang ikut bermain dalam penimbunan dan menjual kembali BBM.

Penimbunan BBM menurutnya merupakan kejahatan ekonomi yang kompleks lantaran melibatkan jaringan distribusi yang luas, melibatkan oknum dari berbagai tingkatan dan memiliki koneksi lintas batas.

Jika hal ini benar-benar terbukti, maka sangat mencederai nama institusi Kepolisian, padahal sebelumnya kata Antonius, Mabes Polri telah menahan sebanyak 330 orang yang terlibat dalam penyalahgunaan BBM dan Gas Elpiji di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Harus diperiksa dengan baik, kami minta keterbukaan serta Kejujuran Kapolda Papua Barat Daya dan jajaran dalam mengungkap kasus tersebut. Kami tetap mengikuti perkembangan informasi melalui media-media di papua barat daya,” tutur Antonius.

Meski demikian, Antonius mengapresiasi langkah Polda Papua Barat Daya yang telah menangkap pelaku usaha BBM Ilegal, sembari berharap tidak tebang pilih dalam melakukan tindakan hukum di masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.