BBKASDA saat melepas belasan satwa di TWA kilometer 14 Kota Sorong
Metro

BBKSDA Provinsi PB Melepas Belasan Ekor Satwa di Taman Wisata Alam Km 14

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, sorongraya.co – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Papua Barat, Jumat siang, (16/08/2019) melepasliarkan belasan ekor burung Nuri dan Kakatua di Taman Wisata Alam kilometer 14. Satwa yang dilepaskan tersebut merupakan hasil operasi dan juga serahan warga secara sukarela.

Secara spesifik, satwa yang dilepasliarkan antara lain Kakatua Koki, Kasturi Kepala Hitam, Nuri Bayan, dan Perkici Pelangi. Satwa-satwa ini merupakan hasil operasi dari bulan Agustus 2018 hingga Juli 2019.

Menurut Kepala BBKSDA Provinsi Papua Barat, Basar Manulang, pelepasan belasan ekor satwa liar ini dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional yang jatuh pada 10 Agustus 2019 lalu, sekaligus memperingati HUT RI ke-74.

“Jangan hanya kita yang merdeka. burung-burung itu juga ciptaan Tuhan, perlu hidup merdeka, sehingga kita berharap masyarakat dari segala lapisan untuk bagaimana memelihara keanekaragaman hayati, dimulai dari sekarang,”ujarnya di sela-sela pelepasan satwa liar.

Sementara itu, Danrem 181/PV Sorong, Brigjen Ignatius Yugo Triyono menjelaskan, momentum perayaan HUT RI ke-74 tahun ini juga akan digunakan satuan Korem 181/PVT Sorong untuk mencegah keluarnya satwa endemik Papua yang sering dibawa oleh anggota TNI maupun Polri usai bertugas di Papua.

“Sebelum mereka pulang tugas dari Papua, usai operasi, kita cek dulu barang-barang bawaan mereka. Kadang ada yang bawa burung nuri yang disembunyikan kita ambil, kita amankan dan kita berikan kepada pihak yang berwajib. itu upaya kami. Saya sangat yakin sekarang kesadaran anggota TNI-Polri semakin tinggi tentang lingkungan hidup,”kata Danrem

Pelepasan satwa liar di kawasan TWA yang berada di kilometer 14 ini kata dia, untuk menambah koleksi kawasan taman wisata tersebut, yang rencananya akan dibuka menjadi destinasi wisata di Kota Sorong, yang selama ini hanya menjadi kota transit bagi wisatawan yang akan menuju Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten lain.

Usai melepasliarkan belasan satwa, tamu undangan yang hadir mendapat cinderamata berupa bibit pohon pinang dan matoa dari BBKSDA Provinsi Papua Barat untuk dibudidayakan dan ditanam di halaman rumah. [jun]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.