Para Mahasiswa Politeknik Katolik St Paul Sorong yang melakukan penggalangan dana untuk membantu Riky Roland Kalasuat
Metro

Bantu Riky Kalasuat, Mahasiswa Politeknik St Paul Sorong Galang Dana di Terminal

Bagikan ini:
  • 127
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    127
    Shares

SORONG, sorongraya.co – Mahasiswa Universitas Politeknik Katolik St Paul Sorong menggelar aksi sosial penggalangan dana untuk Riky Rolland Kalasuat bocah berusia enam tahun yang menderita penyakit Hidrosefalus atau disebut Penumpukan Cairan Pada Rongga Otak. Aksi sosial ini dilaksanakan di Terminal Kota Sorong, Sabtu 14 April 2018.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Katolik St Paul Sorong, Herman John Wamafma mengaku jika pihaknya merasa tergerak hati untuk membantu Riky karena menderita sakit yang cukup parah.

“Saya dengar dari salah satu teman yang kebetulan pergi jalan-jalan ke Makbon, kebetulan di makbon tempat Riky ini tinggal, begitu teman balik ke sorong teman ini cerita dan menunjukkan foto, saya langsung kerahkan sejumlah mahasiswa untuk aksi gelar dana ini,” katanya kepada sorongraya.co.

Riky Rolland Kalasuat yang terbaring lemas di tempat tidur sambil memegang piring dan sendoknya
Riky Rolland Kalasuat yang terbaring lemas di tempat tidur sambil memegang piring dan sendoknya

Aksi sosial yang diikuti puluhan mahasiswa St Paul Katolik ini merupakan bagian dari program kerja kemahasiswaan. Penggalangan dana yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIT hingga pukul 17.00 WIT itu mendapat respon positif dari beberapa Pejabat Daerah dan Instansi terkait yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong dan Komunitas Band se-Sorongraya.

“Riky butuh dana dan perhatian yang besar dari semua kalangan, saya harap semua orang yang membaca berita ini bisa ikut mendonasikan sebagian kecil dananya untuk pengobatan riky penderita Hidrosefalus,” ujarnya

Riky Rolland Kalasuat menderita penyakit Hidrosefalus dari umur satu tahun hingga  saat ini. Warga suku asli Moi yang tinggal di Distrik Makbon Kabupaten Sorong adalah anak dari pasangan suami istri yang bekerja petani dan pekerja serabutan.

Diketahui Riky hanya pernah satu kali diperiksa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sorong dan di rujuk, namun terhalang biaya pengobatan yang cukup besar akhirnya orang tua Riky hanya lakukan pengobatan alternatif di rumahnya. [dwi]


Bagikan ini:
  • 127
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    127
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.