Ketua MUI Kota Sorong, H. Abdul Manan Fakaubun
Metro

Abdul Manan: Larangan Gunakan Jilbab Adalah Pelanggaran HAM

Bagikan ini:
  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

SORONG. sorongraya.co – Pelarangan penggunaan jilbab oleh sejumlah management pengusaha kepada karyawannya menimbulkan banyak tanya dikalangan umat islam. Seperti halnya Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua MUI Kota Sorong, H. Abdul Manan Fakaubun mengatakan bahwa larangan penggunaan jilbab kepada karyawan adalah sebuah pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM). Padahal setiap umat yang melakukan aktivitas peribadatan telah dilindungi oleh negara.

“Ini melanggar HAM. Negara menjamin semua warga negara menjalankan ajaran agama sesuai dengan keyakinan masing-masing. Negara menjamin setiap umat menjalankan keyakinan beragama dimana pun ia berada,” tegas Abdul Manan saat ditemui sorongraya.co. Minggu, 04 Februari 2018.

Bagi Abdul Manan, seragam tidak mengganggu karyawan tersebut untuk tetap melakukan aktivitas pekerjaannya. Jilbab merupakan bagian dari pakaian wanita muslim, sehingga sangat tidak wajar apabila seorang karyawan muslim dilarang menggunakan jilbab saat bekerja.

“Ada salah satu supermarket di Kota Sorong yang melarang menggunakan jilbab, parahnya lagi saat idul fitri si karyawan tersebut tetap dipaksanakan untuk masuk bekerja, ini sangat keterlaluan,” ujar Abdul Manan.

MUI akan melakukan kunjungan disejumlah supermaret yang ada di Kota Sorong. Jika kedapatan ada karyawan yang dilarang menggunakan jilbab saat bekerja, pihaknya akan merekomendasikan kepada umat islam untuk tidak berbelanja di supermarket tersebut.

Ketua Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) Papua Barat, Hj. Kuraisya Sanusi Rahaningmas pun menyayangkan hal tersebut, namun, menurutnya hal ini dikembalikan kepada para karyawan itu sendiri, apakah lebih memilih pekejaanya atau memilih mempertahankan aqidahnya.

“Penggunaan jilbab adalah anjuran agama, bagi perempuan muslim yang sudah baligh (dewasa) dianjurkan meggunakan menutup aurat, yaitu jilbab,” tutur Kuraisya.

Jika seorang karyawan betul-betul memahami ajaran agama, apapun resikonya Ia harus terima. Contoh seorang karyawan diberikan dua pilihan, apakah pilih kerja atau lebih memilih tetap menggunakan jilbab demi menjalankan ajaran agamanya.

“BKMT sangat merespon apabila ada karyawan yang lebih memilih menggunakan jilbab dibandingkan melepaskan jilbab hanya untuk sebuah pekerjaan. Rejeki seseorang semua sudah diatur, semut di dalam lubang kecil pun rejekinya sudah diatur, apalagi kita manusia,” tutur Kuraisya. [mat]


Bagikan ini:
  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.