Komandan Kesatuan (Dansat) Brimob Polda Papua Barat Kombes Pol Godhelp. C. Mansnembra di hadapan sejumlah wartawan membeberkan terkait penangkapan ribuan botol minuman keras berbagai merek milik Toni CS, di Mako Brimob Polda Papua Barat, Kamis siang, 3 Januari 2019. /Foto: Kris Tanjung
Hukum & Kriminal

Selundupkan Miras, Bos Toko Bintang Jaya Catut Nama Kasat Brimob Polda PB

Bagikan ini:
  • 82
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    82
    Shares

MANOKWARI, sorongraya.co – Pemilik Toko elektronik Bintang Jaya, pengusaha asal Surabaya Toni menyebut sejumlah nama pejabat di jajaran Polda Papua Barat untuk memuluskan penyelundupan minuman keras (Miras) ke Manokwari.

Seperti diungkapkan oleh Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Papua Barat Godhelp. C. Mansnembra di hadapan sejumlah wartawan pasca berhasil mengamankan ribuan botol miras berbagai merek milik Toni CS, di Mako Brimob Polda Papua Barat, Kamis siang, 3 Januari 2019.

Menurut Mansnembra, Toni CS sudah lama menjadi targetnya. Pasalnya, Toni CS kerap mencatut namanya petinggi Polda dalam melancarkan penyelundupan miras ke Manokwari.

“Sudah lama saya cari Toni, karena selalu menyebarkan informasi ke rekan bisnisnya bahwa Kasat Brimob sudah kami amankan dan beres,” kata Mansnembra dengan ekspresi geram.

Dijelaskan, di malam pergantian tahun, pihaknya mendapatkan informasi jika ada upaya penyelundupan miras menggunakan perahu nelayan. Sekitar pukul 02.30 WIT saat anggotanya tengah patroli dan mencurigai adanya perahu yang merapat di daerah Taman Ria sedang bongkar barang tersebut (miras-red).

“Kebetulan anggota saya ada di situ dan langsung merapat ke TKP, dan didapatlah 61 karton miras berbagai merek yang sudah dipindahkan di atas mobil boks putih. Sementara, perahu tersebut lari dengan membawa 10 karton miras lainnya. Kami berhasil kita amankan yang ada di dalam mobil. Supir mobil “Sadam” juga sempat kabur tapi pagi harinya datang menyerahkan diri,” bebernya.

Lanjutnya, pemilik dari puluhan miras ini diketahui dari handphone sang Sadam (Supir) jika Toni Cs lah yang ada dibalik operasi ilegal ini.

“Informasi dari handphone supir yang disita, kami membaca pesan WhatsApp termasuk menyebut salah satu pejabat Polda Papua Barat dan nama saya yang selama ini dicatut oleh dia. Saya memang ngotot belum mau serahkan barang bukti ke Mapolda sebelum Toni yang punya barang ini harus mempertanggungjawabkan semua yang dia lakukan,” cetusnya.

“Saya akan menunggu si Toni, jangan berani di Surabaya tapi harus datang ke Manokwari. Jangan dia anggap sepele masalah ini, dia sudah merusak generasi di kota ini kemudian saya difitnah lagi,” sambung perwira putra asli papua ini.

Anggota Brimob Polda PB dan perwakilan Kodam XVIII Kasuari saat memperlihatkan ribuan botol minuman keras berbagai merek milik Toni CS, di Mako Brimob Polda Papua Barat. /Foto: Kris Tanjung


Saat ditanya apakah betul ada oknum aparat yang terlibat memuluskan bisnis Toni CS di Manokwari, Mansnembra pun tak menampik jika bisnis haram Toni CS ini dibekingi oleh oknum aparat. Pasalnya, Toni cs dalam menjalankan usahanya selalu berhasil melalui jalur hukum dengan aman sekian tahun. Menurutnya, Toni berperan sebagai bos sekaligus koordinator yang mengumpul sejumlah dana dari rekan bisnisnya untuk membelanja miras di Surabaya lalu dikirim ke Manokwari.

“Kalau beking saya tidak tau ya, tapi kalau dilihat bisnisnya, dia berjalan di jalur hukum dan melangkah dengan aman sekian lama. Toni ini termasuk pemain lama di Papua Barat yang sangat lihai,” terangnya.

Menurutnya, banyak permasalahan dan kejadian naas yang disebabkan miras. Untuk itu Ia berharap, pemerintah daerah semestinya mengambil langkah tegas, bagi siapa saja pelaku bisnis haram ini agar di sanksi dan diberikan hukuman yang berat sebagai ganjaran.

Terkait penangkapan miras tersebut, Ia akan melaporkan ke Kapolda. Namun jika pihak Polda melakukan pengejaran maka ia sendiri yang akan mengejar Toni ke Surabaya.

“Saya pikir bukan saatnya bermain-main lagi dengan masalah miras, generasi kita banyak meninggal gara-gara miras. Kalau bisa toko miras tutup saja, jangan modus buka toko elektronik tapi bisnis miras. Udin, Tole (Toni CS) semua pemain lama, meski mereka semua mengelak tidak terlibat, tapi mereka tiga ini intens komunikasi. Rekan-rekan bisa bayangkan dari Surabaya mereka bisa kondisikan barang ini sedemikian rupa,” tukas dia.

Lanjutnya lebih jauh, pasca penangkapan miras ini, ia akan mengundang semua Tokoh Masyarakat dan perwakilan pihak kodam. Dengan tujuan yang sama yakni membersihkan Manokwari dari peredaran miras.

“Tadi Dewan Gereja-gereja, KNPI dan MRP PB dan Pihak Kodam sudah datang lebih awal terkait masalah ini. Intinya kami sepakat berantas miras dari kota ini,” pungkasnya.

Diketahui dari ribuan botol miras yang ditangkap tersebut masing-masing dengan merek, Black Label, Red Label dan Vodka Robinson. Saat ini masih diamankan di Mako Brimob Polda Papua Barat beserta satu mobil boks sedangkan sang kurir atau Sadam hanya dikenakan wajib lapor. [krs]


Bagikan ini:
  • 82
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    82
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.