Terdakwa saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Sorong
Hukum & Kriminal

Pria Berinisial RS Disidang Lantaran Produksi Shopi

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, sorongraya.co- Warga jalan Kontener Kelurahan Klagit, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong berinisial RS (39) terpaksa harus duduk di kursi pesakitan ruang sidang Pengadilan Negeri Sorong.

Pria asal Kabupaten Pemalang ini disidang lantaran memproduksi minuman keras jenis shopi.

Sidang yang berlangsung kemarin dipimpin hakim Gracelyn Manuhuttu, S.H, dan dihadiri Jaksa Penuntut Umum, Elisabeth Nathalia Padawan, S.H.

Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaannya menjelaskan bahwa perbuatan terdakwa memproduksi minuman keras lokal jenis shopi terjadi pada Rabu tanggal 18 April 2018 sekitar pukul 23.00 WIT di Jalan Davinci Kelurahan Klagit, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong.

Terdakwa memproduksi miras jenis shopi menggunakan bahan-bahan yang dibeli dari toko sembako yang ada di pasar sentral Remu Kota Sorong.

Setelah membeli barang-barang yang terdiri dari gula merah, gula pasir, air enau dan kulit pohon mangi-mangi, terdakwa lalu meraciknya menjadi minuman keras jenis shopi,” terang Elisabeth.

Elisabeth menambahkan, dalam sehari terdakwa mampu memproduksi minuman yang membahayakan kesehatan orang ini sebanyak 250 liter, yang dikemas di dalam jeriken ukuran 25 liter.

Dari produksi miras tersebut pria tamatan Sekolah Dasar ini meraup keuntungan 10 juta rupiah. Yang mana harga per jerikennya 1 juta rupiah.

Aksi terdakwa ini pun diketahui Kepolisian Resor Sorong, yang kemudian mengamankan terdakwa beserta barang bukti peralatan membuat miras.

Perbuatan terdakwa melanggar pasal 204 ayat (1) KUHP jo pasal 137 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, subsider pasal 135 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan,” terang Elisabeth di persidangan.

Usai mendengar dakwaan JPU, hakim Gracelyn melanjutkan dengan pemeriksaan saksi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan Manokwari serta pemeriksaan terdakwa.

Hakim Gracelyn pun kemudian menunda persidangan hingga Kamis pekan depan dengan agenda tuntutan. [jun]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.