Hukum & Kriminal

Operasi Mansinam Prioritaskan Masalah Kesehatan, Menjaga Tidak Terjadinya Keramaian

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,sorongraya.co- Kepala Kepolisian Resor Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan menjelaskan, personel gabungan akan melaksanakan operasi ketupat di beberapa pos pelayanan terpadu pada titik-titik keramaian dan juga di pusat perbelanjaan. Karena adanya imbauan larangan mudik, Polres Sorong Kota juga akan menempatkan pos pelayanan di perairan.

“ Sekarang pengawasannya lebih kepada mobilisasi masyarakat. Kami juga sudah membuat imbauan, mulai dari keamanan, seperti terjadinya tindak pidana kejahatan. Yang kami prioritaskan adalah masalah kesehatan, dengan menjaga tidak terjadinya keramaian,” kata Ary.

Selain itu, lanjut Ary, kegitanan operasi Mansinam ini melibatkan kurang lebih 120 personel gabungan TNI/Polri dan organisasi masyarakat yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 14 hari.

Ary menambahkan, telah diputuskan bahwa pelaksanaan sholat Ied tidak dilakukan di lapangan namun di masjid. Begitu juga dengan takbir, hanya dilaksanakan di masjid masing-masing. Aparat gabungan akan disiagakan guna melakukan pengamanan, mencegah dilakukannya takbir keliling.

Orang nomor satu di jajaran polres Sorong Kota ini pun menegaskan, pihaknya akan membubarkan apabila ada yang memaksa melakukan takbir keliling. Kami akan bubarkan dan kami perintahkan untuk pulang ke rumah masing-masing. Untuk itu, masyarakat dapat menjaga keamnan dan peduli dengan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sebelumnya, saat memimpin apel gabungan di mako polres Sorong Kota, Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau dalam arahannya menekankan 8 poin penting, antara lain Pertama, siapkan mental dan fisik serta jaga kesehatan niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan.

Kedua, lakukan deteksi dini dengan memetakan dinamika dan fenomena yang berkembang sebagai langkah antisipasi sedini mungkin untuk mencegah aksi yang meresahkan masyarakat.

Ketiga, tingkatkan kepekaan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror dan kriminalitas yang memanfaatkan momen bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Keempat, laksanakan pengamanan secara profesional dan humanis. Berikan pelayanan terbaik lengkapi sarpras dan perlengkapan perorangan yang memadai serta lakukan penugasan anggota dengan buddy system.

Kelima, laksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional serta bertindaklah secara tegas. Namun, humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Keenam, menetapkan kerja sama sinergi dan soliditas para pihak yang terlibat demi keberhasilan pelaksanaan operasi.

Ketujuh, tetaplah menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran covid-19, yaitu mencuci tangan memakai masker menjaga jarak serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Kedelapan, pastikan petugas frontliner telah melaksanakan program vaksinasi sebanyak 2 kali.

Lambert berharap, capaian tersebut dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran polri untuk lebih mempersiapkan diri serta memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik dalam pelaksanaan operasi ketupat tahun 2021.


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.