Hukum & Kriminal

Kepala Kampung Gisim Darat Klarifikasi Pemberitaan Tentang Oknum TNI-AD Melakukan Ancaman

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Kepala Kampung Gisim Darat, Jeremias Gisim melakukan pertemuan dengan TNI AD di ruang Media Center Korem 181/PVT pada Sabtu, 06 Agustus 2022 untuk mengklarifikasi terkait pemberitaan dugaan pengancaman oknum anggota TNI-AD inisial TS terhadap Kepala Kampung.

Dalam konferensi pers yang disampaikan Kapenrem 181/PVT Mayor Inf Bambang Triyono kepada awak media klarifikasi tentang pemberitaan adanya dugaan oknum TNI AD yang melakukan ancaman dengan senjata api kepada kepala Kampung Gisim Darat, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

” Ini berawal dari laporan Kepala Kampung yang merasa terancam oleh TS yang mengaku sebagai anggota TNI AD setelah selesai melaksanakan mediasi terkait pemalangan pabrik PT The Capitol Group, diperjalanan pulang tepatnya di pos penjagaan Km 42 mobil yang ditumpangi kepala kampung di hadang oleh satu mobil, yang tak lama kemudian keluar salah seorang oknum yang mengaku anggota TNI AD yang diketahui adalah TS datang mendekati mobil kepala kampung sambil membawa pistol,” ungkap Kapenrem 181/PVT.

Lebih lanjut disampaikan oleh Kapenrem, dari kejadian tersebut kepala kampung Gisim Darat melaporkan kepada Denpom XVIII-1 Sorong, dan dijanjikan akan dipertemukan dengan yang di duga oknum TNI AD berisial TS.

Disini Denpom XVIII-1 Sorong melaksanakan pendalaman dengan mengumpulkan data dan fakta serta berkoordinasi dengan tim Intel Korem 181/PVT untuk mencari kebenaran info tersebut. Hasilnya, tidak ada anggota TNI AD yang berisial TS. Inisial TS ini murni sipil yang bertugas di PT The Capitol Group dengan jabatan Direktur Operasional PT The Capitol Group.

Namun, belum ada konfirmasi dari Denpom XVIII-1 Sorong, kepala kampung Gisim sudah memberikan pernyataan kepada media bahwa itu adalah oknum TNI AD,” kata kapenrem.

Dalam kesempatan ini juga saya berharap kepada masyarakat dan media untuk bijak dalam memberikan laporan dan pemberitaan, Sehingga terjadi keadilan dalam pemberitaan, karena kalau kita salah dalam membuat laporan dan membuat berita ini akan berdampak tidak baik atau negatif khususnya kepada Institusi TNI AD yang akan merusak citra TNI AD di mata masyarakat.

” Selama inikan TNI AD hadir untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya dan bisa memberikan rasa aman terhadap rakyat sesuai dengan 8 Wajib TNI,” tutur kapenrem 181/PVT.

Si tempat twrpisah, Dandenpom XVIII/1 Sorong Letkol Cpm Irianto menyampaikan bahwa apa yang menjadi laporan dari bapak-bapak sekalian akan kami tindaklanjuti. Kami akan melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan dari para saksi dan barang bukti. Apabila TS merupakan masyarakat sipil maka proses ini akan kami serahkan kepada pihak Kepolisian.

” Saya mohon kerja sama kita semua untuk bersabar dalam penyelesaian permasalahan ini agar mendapatkan titik terang,” ungkapnya.

Sementara itu, kepala kampung Gisim Darat, Jeremias Gisim saat bertemu dengan kapenrem Sabtu sore di Korem 181/PVT menyampaikan permohonan maaf terhadap TNI-AD karena dugaan tersebut.

” Saya selaku kepala kampung Gisim Darat memohon maaf kepada bapak Danrem 181/PVT, Pangdam XVIII/Kasuari dan khususnya TNI AD. Karena saya telah mengira TS sebagai anggota TNI AD berdasarkan pengakuannya, yang melakukan ancaman terhadap saya dan ternyata TS bukan anggota TNI AD melainkan sebagai Direktur Operasional PT The Capitol Group yang beralamat di Km 42 kampung Gisim Darat, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong Papua Barat.

” Dengan kejadian ini saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi,” tambahnya.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.