Bupati Pegaf saat memasuki ruangan penyidik KPK (Foto: Kris Tanjung)
Hukum & Kriminal

Giliran Bupati Pegaf Penuhi Panggilan KPK

Bagikan ini:
  • 181
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    181
    Shares

MANOKWARI, sorongraya.co- Hari ini giliran Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf) Yosias Saroi, S.H.,M.H memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kamis pagi, 25 Oktober 2018.

Yosias yang tiba sekitar pukul 10.41 WIT di Mapolres Manokwari Sowi Gunung menggunakan mobil Toyota Fortuner hitam dengan nomor polisi PB 1013 D tanpa ditemani pengawalnya masuk menuju ruang penyidik.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Manokwari itu Tiba di halaman Polres, mengenakan baju batik, celana kain, topi dan kaca mata hitam dengan memegang sejumlah dokumen, dan langsung menuju ruang pemeriksaan di lantai II didampingi Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, S.IK.,M.H.

Informasi yang dihimpun, sebelum Yosias tiba di Mapolres, ada seseorang yang terlebih dahulu menjalani pemeriksaan. Namun belum diketahui identitasnya datang sekitar pukul 09.39 WIT, dengan mengenakan baju batik hijau, celana kain juga menentang sejumlah dokumen.

Hingga berita ini diturunkan, keduanya masih menjalani pemeriksaan tim penyidik KPK.

Sebelumnya, Rabu, 23 Oktober 2018, KPK memeriksa empat orang pejabat aktif dan nonaktif Pemda Pegaf. Diantaranya DS, mantan Kepala Bappeda Pegaf yang saat ini menjabat Kepala Bappeda Papua Barat. Dan ED Plt Sekda Pegaf serta 2 orang lainnya yang diduga kuat pejabat aktif Pemda Pegaf.

Disusul hingga Kamis malam kemarin, KPK memeriksa 2 orang kontraktor inisial S dan NTA serta AI mantan plt Kepala Dinas Pegaf.

Sampai hari ini, Kamis 25 Oktober 2018, tak satupun dari mereka menjawab pertanyaan wartawan seputar pemeriksaan tersebut.

Meski demikian, kuat dugaan pemeriksaan ini terkait kasus suap usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018 yang berkaitan dengan sejumlah Kepala Daerah. [krs]


Bagikan ini:
  • 181
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    181
    Shares

2 Replies to “Giliran Bupati Pegaf Penuhi Panggilan KPK

  1. Himbauan saja.
    Kalau perlu kasus2 seperti korupsi ,pembunuhan dan lain sebagainya.
    Di sarankan agar mencantumkan nama yang jelas.Tidak perlu pakai inisial..

    1. Bredasarkan kode etik jurnalis, dalam kasus pembunuhan ataupun korupsi yang secara hukum belum dinyatan sebagai pelaku maka harus menggunakan inisial..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.