Gambar ilustrasi (sumber foto google-CNN Indonesia)
Hukum & Kriminal

Anggota TNI AD Tidak Pernah Mengancam Kepala Kampung Gisim

Bagikan ini:

SORONG, sorongraya.co- Menanggapi pemberitaan terkait pengancaman yang di duga di lakukan oleh oknum TNI Angktan Darat terhadap Kepala Kampung Gisim Barat di bantah dengan tegas oleh Kepala Penerangan Korem 181 PVT/Sorong, Mayor Inf Bambang Triyono melalui pesan singkat, Jumat, 05 Agustus 2022.

” Informasi itu tidak benar dan tidak ada anggota yang berinisial TS, juga tidak ada senjata,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, setelah dikonfirmasi oleh Denpom dan telah di dalami ternyata tidak ada anggota yang berinisial TS dan tidak ada senjata.

” Itu murni dari pihak perusahaan, Direktur Operasional Kapital Group. Kami sudah dalami dan sudah dikonfirmasikan ke Denpom,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, berita tentang oknun TNI yang ancam kepala kampung tidak benar, hal tersebut bisa merusak citra TNI AD.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kampung Gisim Barat, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Jeremias Gisim, Kamis malam (04/8/2022) mendatangi kantor Detasemen POM Angkatan Darat XVIII Sorong untuk melaporkan dugaan pengancaman yang di duga di lakukan oleh salah seorang oknum TNI Angkatan Darat.

Setibanya di markas Denpom AD laporan Jeremias Gisim di terima oleh beberapa anggota piket. Jeremias Gisim dan sejumlah perwakilan tiga marga dijanjikan akan dipertemukan dengan oknum anggota TNI yang diketahui bernama TS untuk diselesaikan.

Jeremias Gisim mengatakan bahwa dirinya beserta sejumlah perwakilan tiga marga merasa terancam atas tindakan salah seorang oknum anggota TNI AD.

Awalnya, kami perwakilan tiga marga, yakni Gisim, Malak dan Klawom pada hari Rabu tanggal 03 Agustus 2022 mendatangi kantor kelapa sawit Capitol Grup untuk menuntut hak kami, yaitu plasma sebesar 20 persen, hal itu disetujui oleh perusahaan.

Namun, terkait dengan pemalangan perwakilan tiga marga mengajukan tuntutan sebesar 10 miliar rupiah per marga untuk buka palang tetapi pihak perusahaan mengatakan tidak sanggup, lalu kami mengajukan penawaran 5 miliar rupiah, itupun tidak bisa. Karena tidak tercapai kesepakatan, makanya kami tetap memalang kantor perusahaan dengan menggunakan bambu dan kain merah.

Diperjalanan pulang tepatnya di pos penjagaan km 42 mobil kami di hadang oleh satu mobil, yang tak lama kemudian keluar salah seorang oknum anggota TNI AD yang diketahui adalah TS datang mendekati kami sambil membawa pistol lalu mengatakan hati-hati kamu, saya bisa saja turunkan anggota atau lapor kamu ke polisi.

” Kami sebagai warga masyarakat tentu saja tidak dapat berbuat banyak, takutnya akan terjadi apa-apa karena orang dalam keadaan emosi, apalagi dia aparat, ” kata Jeremias.

Jeremias menambahkan, kami mengira oknum anggota TNI AD tersebut datang menemui kami ingin berbicara secara baik, malah yang ada kami di ancam. Pengancaman ini juga sudah kami sampaikan kepada pimpinan perusahaan.

” Kami sudah melapor ke polisi militer angkatan darat sebab masyarakat ingin mencari perlindungan. Disamping itu, kami orang Moi selama ini tidak pernah membuat tindakan-tindakan yang merugikan,” ujarnya.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.