Kantor Polres Sorong Kota
Hukum & Kriminal

Satu Dari Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Telah Ditahap duakan

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sorong Kota Iptu Elsyarif Martadinata menjelaskan bahwa pihaknya telah melengkapi Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) atas nama tersangka ES.

Sementara dua BAP lainnya dengan tersangka OM dan LJSf tidak lama lagi dinyatakan lengkap.

Kasat menambahkan, anggaran pembangunan kantor lurah Klakublik bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Provinsi Papua Barat tahun anggaran 2022.

Anggaran sebesar itu dialokasikan untuk dua kantor kelurahan. Untuk kontrak pembangunan kantor kelurahan Klakublik senilai 842 juta rupiah. Kemudian pada tanggal 14 Nopember 2014, sesuai LP nomor 824/XI/2014.

” Ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni ES selaku KPA dan PPK lalu OM yang merupakan PPTK serta LJS selaku kontraktor Sabar Jaya,” kata Elsyarif,” Jumat, 05 Agustus 2022.

Lebih lanjut Elsyarif mengatakan, berdasarkan hasil audit dari BPKP Perwakilan Provinsi Papua Barat, kerugian negara sebesar Rp 765.454.546.

Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) kasus ini telah dinyatakan lengkap sejak tahun 2019 dan tersangka LJS sudah kami tahap duakan. Sedangkan tersangka ES dan OM belum dikarenakan terkendala pandemi Covid-19 sehingga tidak bisa melakukan penerbangan sehingga tidak bisa mrndatangkan tersangka ES dan OM.

” Sebelumnya kita sudah melakukan pemanggilan sebanyak dua kali terhadap tersangka ES dan OM tapi tidak hadir. Bahkan, melalui pengacaranya Yan Chriatian Warinussy pun tak bisa menghadirkan kedua tersangka,” ujar Elsyarif.

Selanjutnya, kami melakukan upaya enangkapan terhadap tersangka ES dan OM di tahun 2019 dan 2020 namun tidak dapat dan di tahun 2021 kami menetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kedua tersangka tersebut.

Diakui Elsyarif, tersangka ES sempat mencalonkan diri sebagai bupati Manokwari dari jalur independen sehingga jika di lakukan penangkapan sangat tidak memungkinkan karena kondisinya memanas.

” Rencananya kami akan berkoordinasi dengan pengacara tersangka untuk melakukan tahap dua,” ujar Elsyarif.

Diberitakan sebelumnya, Penggiat Anti Korupsi Kota Sorong, Rauf Ulupalu mempertanyakan status tiga terduga kasus korupsi pembagunan kantor Kelurahan Klakublik, Distrik Sorong Kota yang di bangun oleh Biro Pemerintahan Provinsi Papua Barat

Dalam proyek tersebut di ada tiga orang yang di duga terlibat. Bahkan salah satu dari tiga terduga merupakan oknum petinggi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Papua Barat berinisial OM.

Sementara dua orang lainnya diketahui berinisial ES, yang merupakan mantan pejabat di Provinsi Papua! Barat dan seorang lagi yakni LJS adalah pihak ketiga,” ujar Rauf kepada sejumlah awak media, Kamis, 04 Agustus 2022.

Menurut dia, kasus dugaan korupsi ini telah di sidik sejak 2020 lalu oleh Polres Sorong Kota. Dalam prosesnya, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Apalagi informasi yang beredar bahwa BAP ketiga tersangka telah dinyatakan lengkap.

Namun, bersamaan dengan pandemi Covid-19, selain itu ketiga tersangka berada di luar Sorong sehingga tidak di lalukan penahanan,” ujar Rauf.

Lebih lanjut,Rauf mengatakan, kasus dugaan korupsi inikan sudah diketahui publik dan tiba-tiba hilang di permukaan. Ada apa dengan kasus ini sehingga tidak dilanjutkan ?

” Semua orang sama di mata hukum, makanya kami minta kepada Kapolres Sorong Kota dan Kejaksaan Negeri Sorong serius menangani kasus dugaan korupsi pembangunan kantor kelurahan Klakubik. Segera proses kasus rasua ini hingga meja hijau dan perlu diingat bahwa tidak ada yang kebal hukum,” tegasnya.

Tak hanya itu, Rauf mengancam akan mendatangi KPK dan Kapolri melaporkan kasus dugaan korupsi tersebut.

” Korupsi inikan musuh bersama dan seluruh rakyat Indonesia. Rakyat menaruh harapan dan memberikan dukungan full kepada Kapolresta Sorong Kota agar segera menuntaskan kasus dugaan korupsi ini,” ucapnya.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.