Ilustrasi (foto/google)
Hukum & Kriminal

9 Unit Laptop Milik KPP Pratama Hilang, Polres Sorong Lakukan Penyelidikan

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,sorongraya.co- Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sorong Kota, AKP Misbachul Munir mengatakan, kasus pencurian yang terjadi di KPP Pratama tersebut masih dalam tahap lidik.

“ Kami sudah memeriksa lebih dari 3 saksi, sekarang masih kami lakukan pendalaman kasus,” ungkapnya saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (25/03/2021).

Sebelumnya, Barang Milik Negara berupa 9 unit laptop dan 1 unit speaker yang tersimpan di aula kantor Pajak Pratama Sorong hilang dicuri orang tak dikenal pada Sabtu malam lalu.

Pencuri masuk melakukan aksinya dengan cara membuka pintu masuk aula, yang pada saat itu tak di jaga oleh security.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Pajak Pratama Sorong, Panca Kurniawan, yang dikonfirmasi pada Rabu lalu membenarkan bahwa BMN tersebut hilang dicuri.

Kejadian ini sudah kita laporkan ke Polres Sorong Kota, dan penyidik sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara selama kurang lebih 2 jam.

Semua proses kehilangan sudah sepenuhnya kita serahkan ke kepolisian.

Karena yang hilang merupakan BMN, kita juga harus memroses kehilangan tersebut. Caranya, dalam satu titik, kalau BMN nggak bisa balik, kami lakukan penghapusan,” kata Panca.

Lebih lanjut Panca mengatakan, saat ini mitigasi yang dilakukan adalah menyewa, PC yang ada dialihkan kesana untuk melayani wajib pajak.

Diakui Panca bahwa BMN yang hilang merupakan laptop kosong, bukan yang biasanya dipakai untuk back up data.

Mengenai berapa besar kerugiannya, belum bisa kita taksir. Paling tidak kalau harga per unitnya Rp 4 juta, tinggal dikalikan 9 unit.

Sebelumnya pun, Panca mengaku bahwa BMN berupa 1 unit speaker dicuri. Pendirinya masuk ke dalam aula dengan cara masuk melalui jendela. Atas kehilangan itu, semua jendela kita pasangi terali besi. Ternyata kejadian kemarin, malah pintunya yang dibuka.

Disampingi itu, kita tidak memitigasinya dengan memasang kamera CCTV. Namun, dengan kejadian kita terpaksa memasang kamera CCTV.

Sebenarnya, setiap harinya di aula ada yang jaga, hanya pada saat kejadian security kita tidak masuk karena sakit.

Namanya juga musibah, sudah kita laporkan ke polisi, cuma sampai saat ini kita belum mendapat informasi lebih lanjut mengenai prosesnya,” ujar Panca.


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.