Ekonomi & Bisnis

Setelah Dilepas Liarkan, Hiu Belimbing akan Diberikan Chip Sebagai Pemantau Laut

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Pasca peluncuran proyek StAR pada Selasa lalu, Hiu Belimbing yang didatangkan dari Amerika dan saat ini dalam masa pemeliharaan di Pulau Kri Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, nantinya akan dilepas liarkan. Hiu Belimbing ini juga nantinya akan dipasangi chip pemantau situasi laut.

Menurut metodologi maupun SOP yang sudah dibuat sedemikian rupa, pada saat dilepas liarkan Hiu diberikan tanda pengenal yang menggunakan teknologi sehingga kita bisa melihat perkembangan ikan Hiu.

” Kita berharap akan ada pengiriman berikutnya berdasarkan hasil riset populasi Hiu di Kabupaten Raja Ampat sudah sehat dan aman,” jelas Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Papua Barat yang juga Penanggung Jawab sekaligus Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Proyek Restocking Hiu Belimbing, Prof. Dr. Charly D. Heatubun, S.Hut., M.Si.

Prof Charly Heatubun menambahkan, tiga Hiu belimbing yang diberi nama Charly, Audrey dan Kathlyn nantinya akan dilepas liarkan, namun saat ini masih dalam pemeliharaan.

” Setelah Hiu Belimbing ini memcapai ukuran 70 centimeter dan sudah dapat mencari makanan sendiri, kita lepas liarkan,” ujarnya.

Charly Heatubun berharap, reproduksi Hiu Belimbing dapat berjalan baik dan sukses, kemudian dapat dilepas liarkan sehingga bisa tumbuh berkembang menjadi hiu dewasa, yang nantinya memiliki populasi yang sehat.

” Dengan adanya Hiu Belimbing tersebut dapat memberikan kontribusi yang luar biasa terutama dalam peningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang ada di kabupaten Raja Ampat,” kata Charly Heatubun.

Charky Heatubun mengaku, tidak mudah mengajak 70 mitra dari 13 negara bergabung dalam kegiatan. Hal ini tentu saja menjadi terobosan pertama di dunia yang membawa nama baik Raja Ampat, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Vice President of Asia-Pacific Marine Program untuk Conservation International,Dr. Mark Erdmann mengatakan nama Hiu Belimbing diambil dari nama pendonor yang mendukung program proyek StAR tersebut.

” Kami menghargai pendonor yang sudah mendanai program ini, sebut saja Kathlyn dari Singapore, Audrey pendonor dari Califorrnia, Amerika Serikat dan Prof. Dr. Charly, orang yang mensponsori program StAR ini,” ujarnya.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.