Antrean kendaraan bermotor yang hendak mengisi BBM di SPBU Remu.
Ekonomi & Bisnis

Pendistribusian Bahan Bakar Minyak Harus Tepat Sasaran

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Kapolda Papua Barat Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan penertiban terhadap pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sorong Raya.

Bahan Bakar Minyak (BBM) harus disalurkan tepat sasaran, tepat orang dan tepat guna.

” Kalau penyalurannya tidak sesuai sasaran, maka program pemerintah tidak akan berhasil,” kata Kapolda, Selasa, 02 Agustus 2022.

Bahkan Kapolda menyebut, sebagai aparat kepolisian kami akan mengawasi pendistribusian BBM supaya tepat sasaran. Orang yang berhaklah yang menerima,” tambahnya.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, pihaknya akan melakukan pengetatan guna mengawasi pendistribusian BBM di wilayah Sorong Raya.

Area Communication Relation CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku, Edi Mangan.

” Saya sudah memerintahkan Direskrimsus beserta anggotanya untuk mengambil tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak Pertamina Patra Niaga Region Papua-Maluku memberikan apresiasi kepada Kapolda Papua Barat dan jajarannya yang serius menangani penyelewengan BBM subsidi.

” Mudah-mudahan kebijakan dari Kapolda ini segera turun ke polres yang ada di kabupaten dan kota yang ada di Papua Barat, ” kata Area Communication Relation CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku, Edi Mangun, Senin, 18 Juli 2022 lalu.

Lebih lanjut Edi mengatakan, kami akan mendata jumlah kendaraan yang ada sebagai penerima BBM subsidi.

Diakuinya, jika terjadi pelanggaran biasanya kami hanya memberikan sangsi administrasi. Namun, jika ada indikasi pidana, hal itu bisa di proses secara hukum oleh pihak kepolisian.

” Penyelewengan BBM subsidi oleh SPBU atau pihak yang ada di luar sana, itu pidana dan bisa di proses hukum,” ujarnya.

Edi pun meminta kepada media untuk mendorong pihak kepolisian agar mereka yang di tangkap terkait penyelewengan BBM subsidi di proses hukum.

Kendati demikian, kuota BBM untuk Papua Barat, khususnya kota Sorong masih aman untuk 15 hari kedepan. Namun, untuk jumlah pastinya, saya belum tahu.

” Meskipun mafia BBM ini terstruktur, tapi saya yakin bahwa dengan sistem yang dimiliki kepolisian mereka dapat di proses hukum.

Berdasarkan hasil diskusi bersama kapolda Papua Barat mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap oknum-oknum yang menyelewengkan BBM subsidi,” tambahnya


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.