Kepala Sub Perwakilan Kemeneu Papua Barat, Gatot Sugeng Wibowo saat menyampaikan paparan.
Ekonomi & Bisnis

Naiknya Cukai Rokok Memengaruhi Jumlah Konsumsi Masyarakat di Papua dan Papua Barat

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Kepala Sub Perwakilan Kementrian Keuangan (Kemenkeu) Papua Barat Gatot Sugeng Wibowo mengaku, dampak kenaikan cukai rokok sama sekali tidak dirasakan oleh masyarakat yang ada di Papua maupun Papua Barat.

Sebab, hal itu hanya dapat dirasakan oleh mereka yang ada di Jawa, maka mereka yang menikmati langsung kenaikan cukai rokok tersebut.

” Paling, dampak yang dirasakan masyarakat di Papua dan Papua Barat, mahalnya harga rokok. Si tambah lagi biaya pengiriman dan distribusinya,” kata Gatot usai konfrensi pers di aula Raja Ampat Gedung Keuangan Negara Kota Sorong, Rabu, 27 Juli 2022.

Gatot menambahkan, mahalnya harga rokok akan menyebabkan tingkat konsumtif menurun. Dampaknya, masyarakat akan tetap mengonsumsi rokok atau minuman beralkohol (minol) dengan junlah yang terbatas.

” Karena jumlah konsumsinya berkurang, otomatis mengurangi jumlah pendapatan negara,” ujar Gatot.

Gatot menegaskan, untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal dan minuman keras (miras), Bea Cukai tidak sendirian, melainkan berkoordinasi dan bekerja sama dengan kepolisian, kejaksaan dan aparat penegak hukum lainnya.

” Langkah ini kami lakukan dikarenakan wilayah yang luas serta terbatasnya sumber daya manusia,” ujarnya.

Gatot mengaku bahwa sejauh ini pengungkapan ynag kami lakukan masih dalam jumlah kecil. Biasanya masyarakat mengirim rokok ilegal dalam jumlah sedikit melalui jasa pengiriman.

Namun, setelah ditelusuri rokok ilegal yang dikirim ketika di jual di sini tidak laku sebab gengsi masyarakat di Papua dan Papua Barat itu tinggi.

” Sebebarnya kita kasihan juga, hanya saja memang harus pembatasan. Kan filosofinya cukai itu kan pembatasan,” kata Gatot.

Lebih lanjut Gatot membeberkan bahwa mengonsumsi rokok ilegal sangat berbahay karena kita tidak tahu berapa jumlah takaran bahan-bahan yang di pakai membuat rokok ilegal, walaupun harganya murah.

Sebelumnya, dalam paparan yang disampaikan Gatot menekankan, dalam penegakan hukum di laut direktorat jendral bea dan cukai telah menggelar Operasi Laut Terpadu Jaring Wallacea yang dilaksanakan dengan unity effort bersinergi dengan TNI AL, Polairud, PSDKP, KSOP san APH lainnya.

Sementara untuk meminimalisir pelanggaran cukai, juga telah di gelar Operasi Gempur yang menyasar miras dan rokok ilegal. Selain itu juga di gelar Operasi Berainar terkait narkotika psikotropika yang bekerja sama dengan Polda dan BNN Papua Barat.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.