Kelompok Tani Mekar Sari dan Ketua Umum Kerukunan Trenggalek, Putiho ( memakai baju batik sebelah kanan). Foto-tris
Ekonomi & Bisnis

Katul dan Sentrak Mahal, Kelompok Tani Mekar Sari Buat Pakan Sendiri Dengan Alat Seadanya

Bagikan ini:

SORONG,songraya.co- Beberapa bulan yang lalu kelompok Tani Mekar Sari Kelurahan Kalamalu, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong mendapatkan bantuan berupa ternak bebek dari Kementrian Pertanian melalui Dinas Peternakan Kabupaten Sorong dan Provinsi Bapua Barat sebanyak 1.050 ekor.

Sayangnya jumlah ternak bebek sebanyak itu tidak diimbangi dengan ketersediaan pakan ternak yang disediakan oleh dinas terkait.

Sebanyak 1.050 ternak bebek bantuan dari dinas peternakan kabupaten Sorong

Karenanya terbatasnya kelompok tani Mekar Sari berinisiatif membuat pakan ternak dengan menggunakan alat seadanya.

Selepas tiga bulan saat ternak diberikan Gendam Riswanto mengaku kewalahan karena harga pakan katul dan sentrak cukup mahal, akhirnya saya dan teman-teman berinisiatif mencari solusi, dengan membuat makanan ternak sendiri.

Ketua Kelompok Tani Mekar Sari ini menambahkan, Sagu yang di kembangkan dicampur dengan bahan sayuran, ikan teri dan bekatul Karena pakan setrak mahal.sehingga bahan sagu di peruntukkan.

Dengan begitu masyarakat yang punya hutan Sagu mendapatkan hasil, tambahan tanpa mengolah susah payah kapok tani di hargai satu pohon 500 ribu.

Mesin parut yang digunakan untuk memarut sayur dan panggul pisang yang akan dicampurkan ke pakan ternak

” Sudah tiga minggu belakangan ini pakan yang di buat kami berikan ke ternak. Hasilnya, berat ternak bebek naik 44 ons,” ujar Gendam.

Dia berharap, adanya bantuan dari pemerintah berupa mesin sehingga bisa meningkatkan produksi pakan ternak.

” Warga Trenggalek telah ada di kabupaten Sorong sejak tahun 1981. Sejak saat itu pula pemerintah kerap memberikan bantuan,” ucapnya.

Upaya yang di lakukan poktan Mekar Sari mendapat respon positif dari Ketua Kerukunan Trenggalek Kabupaten Sorong Putiho S.IP. MH

Menurutnya, upaya membuat pakan ternak sendiri sangat luar biasa. Dengan adanya bantuan pemerintah, 6 bulan kemudian peternak kebingungan lantaran pakan ternak habis. Karenanya mereka membuat pakan ternak sendiri.

” Bapak Jokowi pernah berkata bahwa kalau di Papua ini sagu bermanfaat. Sagu bisa dikembangkan kenapa tidak, ini memang solusi,” ujarnya.

Mesin parut seadanya untuk menghaluskan sagu yang masih berbentuk kayu.

Putiho mengaku, proses pembuatan pakan ternak yang di lakukan poktan Mekar Sari tentunya memerlukan anggaran. Meski begitu, kita tetap harus berupaya menambah motivasi, membiat alat pengering sagu dan sebagainya.

” Saya sebagai ketua kerukunan Trenggalek sangat mengapresiasi dan memotivasi warga saya sehingga dengan adanya potensi yang sekarang ini lagi dikembangkan bukan saja pakan ternak bebek, juga pakan ternak sapi, babi dan ternak lainnya,” tambah Putiho.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.