SORONG, sorongraya.co- Deru mesin dan hentakan besi di lokasi pengeboran Pulau Salawati, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Rabu (29/7/2026), bukan sekadar penanda aktivitas industri minyak dan gas bumi (migas). Dibalik tersimpan harapan PT Pertamina EP (PEP) Papua Field untuk menemukan potensi cadangan baru, meningkatkan produksi energi, sekaligus menjaga keberlanjutan operasi migas di Tanah Papua.
Di tengah proses pengeboran yang penuh tantangan, harapan itu juga tumbuh dari anak-anak asli Salawati yang mulai mengambil bagian dalam industri migas. Salah satunya Romario, pemuda berusia 24 tahun lulusan SMA yang kini bekerja sebagai Mud Boy dengan status tenaga kerja kontrak. Baginya, bekerja di rig bukan hanya kesempatan mengembangkan karier, tetapi juga kebanggaan karena dapat terlibat langsung dalam pengelolaan potensi sumber daya alam di daerah asalnya.
Dari sumur C4X, E6, F2 hingga F3, Romario mengikuti perjalanan pengeboran sembari memperdalam pengetahuan dan keterampilannya. Di saat perusahaan berharap kegiatan pengeboran terus berlanjut, Romario pun menyimpan harapan untuk tumbuh bersama industri migas Papua dan menjadi bagian dari generasi penerus yang menjaga potensi daerahnya.
“Jangan pergi dari Papua,” menjadi seruan yang merangkum dua harapan sekaligus agar kegiatan pengeboran dan produksi migas terus berlanjut, serta agar putra-putri asli Papua memiliki kesempatan untuk berkembang dan mengambil peran dalam industri energi di tanah kelahirannya.























