Ekonomi & Bisnis

Bandara DEO Sebagai Penghubung Transit Pekerja PSN Tangguh Train 3

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Guna mempermudah selesainya Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Barat, Bandara Domine Edward Osok (DEO) Sorong menjadi tempat transit bagi para pekerja proyek Tangguh Train 3.

Peoyek Strategis Nasional milik pemerintah ini diawasi oleh SKK Migas untuk meningkatan kapasitas volume LNG Tangguh, yang dijalankan oleh BP Berau selaku operator Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Untuk dapat memfasilitasi kebutuhan transit pekerja PSN secara penuh pada awal Oktober 2022 mendatang, Pemprov Papua Barat, Pemkot Sorong, Otoritas Bandara, Maskapai Penerbangan, SKK Migas dan BP Tangguh melakukan koordinasi bersama dalam rangka uji coba kelayakan dan kesiapan operasional bandara DEO.

Akibat adanya pembatasan akses penumpang komersil di bandara dan pelabuhan sesuai surat tanggap darurat pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Wali Kota Sorong pada 28 April 2020. Hal ini menjadi titik awal perubahan jalur transit penerbangan pekerja PSN kembali ke Sorong, sejak dialihkan ke bandara Pattimura Ambon

” Dengan adanya sejumlah pekerja PSN yang melakukan transit di Sorong, sangat mungkin dapat meningkatkan penjualan hasil pemberdayaan UMKM lokal yang sudah ada, mendorong kemajuan sektor perikanan dan sektor transportasi serta termanfaatkannya industri sektor turunannya berupa hotel, rumah makan dan kedai-kedai yang ada di kota Sorong,” kata Penjabat Wali Kota Sorong, George Yarangga melalui rilis, Selasa, 20 September 2022.

Penjabat Wali Kota menambahakan, selama ini jumlah wisatawan lokal yang melakukan transit di bandara DEO Sorong dalam setahunnya lebih dari 150 ribu orang. Tentunya, jika nanti terdapat peningkatan jumlah penumpang transit dapat menumbuhkan peluang adanya tenaga kerja baru pada sektor-sektor turunan dari hasil multiplier effect.

Penerbangan Garuda Indonesia yang mendarat pada pukul 06.09 WIT dengan membawa secara perdana beberapa pekerja PSN Hulu migas pada Senin 19 September 2022 menjadi salah satu rintisan percobaan penerbangan hingga akhir bulan September, dalam mempersiapkan kehandalan bandara DEO atas adanya rencana peningkatan frekuensi penerbangan.

Sementara itu, Kepala Bandara DEO, Cece Tarya, menyampaikan, pentingnya kolaborasi antar semua pihak untuk mendukung potensi penjualan produk lokal UMKM di lingkungan bandara DEO. Sesuai rencana pengembangan lebih lanjut terminal dan bandara DEO agar lebih modern namun tetap merangkul unit usaha UMKM masyarakat Sorong.

Di sisi lain, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Subagyo menyampaikan bahwa pihaknya mendukung gagasan pemindahan kembali rute dan peningkatan frekuensi penerbangan melalui kota Sorong. Karena tidak hanya dapat mendukung dan mempermudah kelancaran operasional hulu migas, namun juga sangat dipastikan akan adanya peningkatan pendapatan daerah yang muncul dari hasil dampak efek berganda yang ditimbulkan.

” Kolaborasi dan komitmen untuk mendukung kelancaran dan kemudahan operasional industri hulu migas oleh seluruh pemangku kepentingan dan pemerintahan di Provinsi Papua Barat, merupakan upaya yang baik. Terciptanya daya tarik dan citra positif investasi, khususnya di kota Sorong, nantinya akan di respon dengan baik sebagai insentif tersendiri oleh para investor dalam dan luar negeri,” kata Subagyo.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.