SORONG,sorongraya.co- Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Cabang Papua Barat Daya (PBD) akan menggelar lomba menulis dan fotografi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 FJPI yang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember 2026.
Ketua FJPI Cabang Papua Barat Daya, Fauzia Muhammad, mengatakan peringatan HUT FJPI setiap tahun rutin dilaksanakan bersamaan dengan Hari Ibu melalui berbagai kegiatan sosial yang melibatkan perempuan di Kota Sorong dan sekitarnya.
“Setiap tahun FJPI Papua Barat Daya rutin memperingati HUT FJPI sekaligus Hari Ibu. Biasanya kami menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada perempuan-perempuan hebat dan inspiratif, seperti pedagang perempuan, para janda, serta lanjut usia (lansia),” kata Fauzia, Rabu (4/11/2026).
Lanjutnya, selain bakti sosial, FJPI PBD juga melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan tersebut, kami ingin menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam keluarga dan dunia kerja, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan lingkungan,” katanya.
Namun, menurutnya, peringatan HUT ke-19 FJPI tahun ini menghadirkan sesuatu yang berbeda. FJPI PBD juga menggelar lomba menulis dan lomba fotografi yang secara khusus diperuntukkan bagi siswi SMA/SMK kelas X, XI, dan XII.
“Tahun ini ada yang berbeda. Kami ingin merayakan HUT FJPI dan Hari Ibu dengan memberikan ruang kepada generasi muda perempuan untuk berkarya melalui lomba menulis dan fotografi,” ungkapnya.
Fauzia juga menjelaskan, kedua lomba tersebut mengangkat tema “Potret Kasih Ibu dan Perjuangan Perempuan Tanpa Batas”. Tema ini diharapkan dapat mendorong para peserta untuk mengangkat kisah kasih seorang ibu, perjuangan perempuan, serta berbagai pengalaman perempuan yang inspiratif di tengah kehidupan masyarakat.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak para siswi melihat lebih dekat perjuangan seorang ibu dan perempuan di lingkungan sekitar. Ada banyak kisah inspiratif yang layak diangkat dan diketahui masyarakat,” jelas Fauzia.
Lanjutnya, untuk lomba menulis, peserta dapat mengirimkan karya berupa esai atau feature (cerita mendalam) yang mengangkat perjuangan ibu dan perempuan dengan panjang tulisan minimal 2.500 hingga 3.000 kata.
Sementara untuk lomba fotografi, Fauzia menjelaskan, peserta harus mengangkat objek kehidupan, perjuangan, dan ketangguhan perempuan. Setiap peserta wajib mengirimkan minimal empat foto dalam satu judul atau topik, disertai caption yang menjelaskan foto, waktu dan tempat pengambilan, serta nama subjek foto.
“Untuk lomba fotografi, kami ingin peserta tidak hanya mengambil gambar, tetapi mampu menyampaikan cerita dan pesan melalui foto. Karena itu, setiap foto wajib dilengkapi caption, waktu dan tempat pengambilan, serta nama lengkap subjek dan jabatannya,” kata Fauzia.
Fauzia menegaskan, seluruh karya yang dikirimkan harus benar-benar orisinal dan merupakan hasil karya peserta sendiri, tanpa menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) maupun bantuan orang lain.
“Kami ingin memberikan ruang bagi kreativitas dan kemampuan asli para siswi. Karena itu, karya yang dikirimkan harus orisinal, bukan hasil AI ataupun dibuat dengan bantuan orang lain,” tegas Fauzia.
Ia juga menambahkan, pengiriman hasil karya dibuka mulai 1 November hingga 6 Desember 2026. Peserta dapat mengirimkan karya Tulisnya dan Karya Fotografi melalui massenger akun media sosial Facebook dengan nama Forum Jurnalis Perempuan Indonesia Cabang Papua Barat Daya.
“Kami mengajak seluruh siswi (khusus perempuan) SMA/SMK kelas X, XI, dan XII, khususnya di Papua Barat Daya, untuk ikut berpartisipasi. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan menulis, dan bakat fotografi,” ajak Fauzia.
Fauzia mengatakan, panitia telah menyiapkan hadiah jutaan rupiah bagi Juara I, II, dan III, serta 10 hadiah favorit. Para pemenang akan mendapatkan uang tunai dan piagam penghargaan.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda perempuan untuk berani menyuarakan cerita, mengabadikan perjuangan perempuan, dan menghasilkan karya yang memberikan inspirasi bagi banyak orang,” katanya.
Adapun FJPI lahir pada 22 Desember 2007 di Medan, Sumatera Utara. Peringatan HUT ke-19 tahun ini kembali bertepatan dengan Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember.
Panitia HUT FJPI menegaskan keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
“Setiap karya harus mencantumkan nama lengkap peserta, asal sekolah, kelas, alamat dan nomor handphone serta lampirkan foto diri proses santai sopan,” pungkasnya.(***)















