BeritaDuniaMetroTanah Papua

Pemkot Sorong Kerahkan 100 Tengki Air untuk Padamkan Api di TPA dan Karhutla

×

Pemkot Sorong Kerahkan 100 Tengki Air untuk Padamkan Api di TPA dan Karhutla

Sebarkan artikel ini

SORONG,sorongraya.co-Pemerintah Kota Sotong mengambil Langkah cepat untuk padamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berlokasi di Sorong-Bakbon, tindakan tersebut dengan mengerahkan 100 tangki air yang berdak Karhutlah.

Langkah tersebut diputuskan dalam rapat pembahasan penanganan kebakaran TPA sekaligus persiapan kunjungan Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat dan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di Hotel Vega, Kota Sorong, Sabtu (10/10/2026).

Dalam rapat tersebut, Pemkot Sorong bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) sepakat mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk membantu memadamkan titik api, khususnya di kawasan TPA.

“Semua OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sorong kita libatkan. Kita siapkan tangki air untuk membantu penanganan kebakaran di TPA. Hari ini kita mulai bergerak dan tidak bisa menunggu sampai besok,” uajr Wali Kota Sorong, Septinus Lobat.

Ia menjelaskan, setiap OPD diminta menyiapkan tiga tangki air. Dengan melibatkan 32 OPD, pemerintah menargetkan pengerahan 96 tangki air yang dibulatkan menjadi 100 tangki untuk mendukung upaya pemadaman.

Selain OPD, Pemkot Sorong juga akan berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk memperkuat penanganan kebakaran, termasuk melalui dukungan kendaraan pemadam dan sarana pendukung lainnya.

Lobat turut mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, terutama di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat Kota Sorong agar tidak membakar lahan. Jangan sampai api yang kecil meluas dan semakin sulit kita tangani bersama,” tegasnya.

Lobat mengakui, penanganan kebakaran di Kota Sorong menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama keterbatasan sumber air akibat kemarau yang telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan.

Menurutnya, pemerintah kota dan pemerintah provinsi terus berupaya menangani kondisi tersebut dengan memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia.

“Namanya situasi seperti ini, pasti ada kendala. Sekarang sudah sekitar empat bulan Kota Sorong mengalami kemarau sehingga sumber air juga sulit. Pemerintah tetap siap melakukan penanganan, tetapi ada hal-hal teknis di lapangan yang perlu dipahami,”tutupnya. (***)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.