SORONG,sorongraya.co-Pemerintah kota sorong percepat penurunan stunting di kota sorong melalui melalui kerja nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Hal ini disampaikan, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menegaskan hal itu saat memberikan apresiasi kepada Lurah Pal Putih yang dinilai mampu menerjemahkan dukungan pemerintah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) menjadi langkah konkret untuk membantu pemenuhan gizi ibu dan anak di wilayah Sorong Barat, Selasa (1/9/2026).
“Jangan banyak berbicara, tetapi langsung bekerja,” tegas Wali Kota Sorong.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita stunting, balita dengan pertumbuhan badan kurang atau gizi kronis, ibu hamil, serta dukungan makanan bagi Rumah Pemulihan Gizi (RPG) di Kelurahan Pal Putih, Distrik Sorong Barat.
Menurut Wali Kota, langkah yang dilakukan Lurah Pal Putih menunjukkan bahwa dukungan pemerintah tidak boleh berhenti pada kebijakan dan pembicaraan, tetapi harus diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kita harus bekerja. Apa yang kita lakukan hari ini harus memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Upacara SMP Negeri 2 Kota Sorong tersebut turut dirangkaikan dengan penyerahan PMT kepada sasaran dari tiga Posyandu di Kelurahan Pal Putih, yakni Posyandu Dahlia, Posyandu Edelweis, dan Posyandu Teratai.
Sebanyak 52 balita tercatat sebagai penerima bantuan, selain ibu hamil serta dukungan makanan tambahan bagi Rumah Pemulihan Gizi (RPG).
Wali Kota menilai pemberian PMT merupakan salah satu bentuk intervensi nyata untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus memperkuat upaya Pemerintah Kota Sorong menekan angka stunting.
Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak anak berada pada masa pertumbuhan. Menurutnya, keberhasilan menuju Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan sejak sekarang.
“Indonesia Emas bukan berarti hanya ada emas di Indonesia, tetapi manusianya yang harus menjadi manusia emas,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, kader Posyandu, keluarga, hingga unsur TNI dan Polri, untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa penanganan stunting bukan pekerjaan satu instansi. Dibutuhkan kolaborasi dan kerja berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan, terlebih angka stunting di wilayah Sorong Barat masih berada pada kisaran 29 persen.
“Kalau kita bekerja bersama, saya yakin persoalan ini bisa kita turunkan. Yang paling penting adalah kerja nyata dan jangan berhenti pada bicara,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, S.K.M., M.A.P., mengapresiasi langkah Kelurahan Pal Putih yang ikut mengambil bagian dalam mendukung program kesehatan masyarakat.
Menurut Jemima, PMT menjadi salah satu bagian dari intervensi dalam mendukung pemenuhan gizi anak dan ibu hamil. Namun, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian makanan tambahan.
“Stunting bukan hanya soal anak pendek. Kita harus melihat pertumbuhan, status gizi, kesehatan, lingkungan, air bersih, sanitasi, dan pola asuh,” jelasnya.
Ia mengingatkan para orang tua penerima bantuan agar PMT diberikan kepada anak yang menjadi sasaran dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung kebutuhan gizi serta tumbuh kembang anak.
Dalam laporan kegiatan, Lurah Pal Putih, Nicholas Junus Leatemia,S.E., menyampaikan bahwa data penerima bantuan balita diperoleh melalui kader Posyandu. Program pemberian PMT tersebut telah dilaksanakan untuk kedua kalinya dengan memanfaatkan dukungan dana melalui DAU.
Selain pemberian PMT, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan sejumlah program pendukung, di antaranya pemasangan penerangan jalan serta pelatihan bagi kader kesehatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi Pemerintah Kota Sorong, Tim Pembina Posyandu, Dinas Kesehatan, pemerintah distrik dan kelurahan, kader Posyandu, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kota Sorong.
Kerja nyata di tingkat kelurahan diharapkan terus berkembang menjadi gerakan bersama, sehingga upaya menyiapkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan dari Kota Sorong.
Turut menghadiri kegiatan tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong, Tamrin Tajuddin, S.T., M.M., Sekretaris TP PKK Kota Sorong, Ruth Nenkeula Kamarea.,Kepala Distrik Sorong Barat, Yulianus Sani, S.H..,Kepala Puskesmas Sorong Barat, Johny Kalasuat, S.KM., M.Kes..,Lurah Pal Putih,Nicholas Junus Leatemia,S.E., para pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sorong maupun yang mewakili, perwakilan Polsek dan Koramil Sorong Barat, pengurus TP PKK Kota Sorong, para kader Posyandu Dahlia, Posyandu Edelweis, dan Posyandu Teratai, serta para orang tua dan anak-anak penerima manfaat.(***)















