SORONG, sorongraya.co – Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam Tanah Papua, Muhammad Musaad akan memastikan asset milik Yapis di seluruh tanah Papua dalam kondisi aman. Untuk itu, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Kementrian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional, guna melakukan pengamanan terhadap asset yang tersebar di seluruh wilayah tanah papua.
Langkah ini kata Musaad, merupakan hasil keputusan Rapat Pimpinan Yapis Pusat yang dilaksanakan di Jayapura, pada 31 Juli sampai 02 Agustus 2026.
“Kita sudah melakukan MOU dengan Kementrian ATR-BPN untuk memastikan asset Yapis memiliki legalitas secara hukum, diakui dan memiliki dasar hukum, tentunya sampai pada tahapan sertifikasi,” tutur Musaad kepada sorongraya.co. Sabtu, 08 Agustus 2026.
Aset Yapis yang telah ada sejak puluhan tahun lalu harus didata kembali. Sebab, menurutnya ada pihak yang dengan sengaja mengalihkan asset Yapis, bahkan sampai diproses ke ranah pengadilan.
“Saya akan keliling di seluruh Yapis di tanah Papua ini untuk memastikan hal tersebut, ada pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan tindakan in-konstitusional yang menguasai asset yapis. Itu bukan asset perorangan, itu asset umat yang harus dipelihara dan dijaga. Sebagai penerus mempunyai tanggungjawab menjaga itu,” pungkasnya.
Lebih lanjut mantan Penjabat Gubernur Papua Barat Daya ini mengaku telah mendapat informasi bahwa ada pihak ketika ingin berurusan dengan Pemerintah Pusat, kerap menggunakan nama Yapis, namun ketika berurusan di daerah, justru menggunakan yayasan lain.
“Kita harus tegas, kita tidak menafikan juga kalau ada yang secara procedural benar tanpa menggunakan nama Yapis ya silahkan, tapi jangan tidak procedural, tiba-tiba diam-diam ganti akte dan seterusnya, ini tidak boleh,” tegas Muhammad Musaad.
Baca juga: Kisah Pemberdayaan Masyarakat Seget Hantarkan Kilang Kasim Raih Gold di Ajang Isra 2026
Selain mengamankan asset Yapis di seluruh tanah Papua, Musaat menjelaskan pada Rapat Pimpinan itu juga membahas tentang restrukturisasi, refungsionalisasi dan revitalisasi terhadap organisasi yapis. Sehingga struktur yapis lebih simple dan kewenangan Yapis harus jelas.
Tak hanya itu, Musaad mengaku di papua terdapat beberapa kabupaten yang memiliki perguruan tinggi milik Yapis. Adapun kabupaten tersebut yaitu Jayapura, Biak, Merauke, Nabire, Timika dan Wamena.
“Hampir 95 persen yang mengenyam pendidikan di kampus Yapis adalah OAP. Kita harapkan Kota Sorong dapat melakukan langkah strategis untuk dapat mengembangkan Yapis di kota Sorong. Semoga kedepan bisa ada di Kota Sorong, Kabupaten Sorong k. Semangat kita adalah rahmatan lilalamin,” tuturnya.

















