AIMAS, sorongraya.co – Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Sorong, Kornelis Usili menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa penembakan yang menimpa dua warga sipil, Salbiah dan La Ojo, di sekitar pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem ke-34, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya. Peristiwa tersebut dilaporkan diduga melibatkan anggota KSTP Kodap III Ndugama..
Kornelis berharap peristiwa tersebut menjadi perhatian bersama agar masyarakat sipil yang tidak memiliki keterkaitan dengan konflik dapat tetap menjalankan aktivitasnya dengan aman. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi kepentingan utama, terlepas dari berbagai perbedaan maupun dinamika yang berkembang di Tanah Papua.

“Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa Salbiah dan La Ojo. Mereka merupakan masyarakat sipil. Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan memberikan ruang yang aman bagi masyarakat, terlebih ketika sedang berlangsung kegiatan adat dan budaya yang membawa semangat persaudaraan,” ujar Kornelis.
Lebih lanjut, Kornelis mengajak seluruh pihak, termasuk kelompok-kelompok bersenjata yang masih beraktivitas di sejumlah wilayah Papua, untuk mengedepankan pendekatan damai dan menghindari tindakan yang dapat berdampak terhadap masyarakat sipil. Perlindungan terhadap masyarakat adat, perempuan, anak-anak, serta warga yang menjalankan aktivitas sehari-hari dinilai perlu menjadi perhatian bersama.
Menurut Kornelis, kedamaian Papua membutuhkan kontribusi seluruh elemen masyarakat. Perbedaan pandangan hendaknya tidak menghilangkan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan, adat istiadat, maupun hak masyarakat untuk hidup dalam suasana aman.
Memasuki bulan kemerdekaan, Kornelis turut mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai ruang memperkuat kebersamaan. Berbagai kegiatan sosial, adat, budaya, olahraga, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya diharapkan dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Bulan Agustus dapat kita isi dengan semangat kebersamaan. Mari sama-sama menjaga lingkungan, menghormati satu sama lain dan memastikan masyarakat dapat menjalankan kegiatan dengan aman. Kita semua tentu berharap Papua senantiasa berada dalam suasana damai dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir,” pungkas Kornelis.

















