SORONG,sorongraya.co– Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) Provinsi Papua Barat Daya. berlangsung di Gedung ACC Al-Akbar Papua Barat Daya, Jumat malam (17/7/2026).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Gemira Pusat yang juga Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan.
Usai dilantik, Ahmad Nausrau menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Gemira yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukannya sebagai menteri untuk mengukuhkan kepengurusan Gemira Papua Barat Daya.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Gemira Pusat yang juga Menteri Haji dan Umrah karena telah berkenan hadir dan mengukuhkan kami. Ini menjadi kehormatan sekaligus amanah besar yang harus kami jalankan,” ujar Ahmad Nausrau.
Menurutnya, amanah sebagai Ketua DPD Gemira menambah tanggung jawab di samping tugasnya sebagai Wakil Gubernur Papua Barat Daya. Ia menegaskan, Gemira akan berperan memperkuat syiar Islam, menjaga keharmonisan kehidupan sosial, serta menghadirkan pelayanan nyata kepada masyarakat.
“Gemira bertugas memastikan syiar dakwah berjalan dengan baik, menjaga hubungan sosial kemasyarakatan, serta menghadirkan Partai Gerindra melalui pelayanan yang nyata kepada masyarakat,” katanya.
Ahmad Nausrau menegaskan, kepengurusan Gemira Papua Barat Daya akan mengedepankan kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, hingga kelompok-kelompok majelis taklim.
“Kami bukan hadir sebagai pesaing organisasi Islam yang sudah ada, tetapi ingin menjadi mitra yang memperkuat gerakan dakwah. Kami ingin bersama-sama mewujudkan dakwah yang rahmatan lil alamin bagi seluruh masyarakat Papua Barat Daya,” ungkapnya.
Ia juga menilai Gemira memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus memperkuat perjuangan Partai Gerindra di tengah masyarakat.
“Politik tidak boleh berjalan sendiri. Politik harus bersanding dengan agama agar tetap berada pada jalurnya. Karena itu, Gemira akan menjadi mitra pemerintah dalam mendukung program-program pemerintah daerah maupun pemerintah pusat di Papua Barat Daya,” jelasnya.
Untuk mewujudkan peran tersebut, Gemira Papua Barat Daya menetapkan tiga program prioritas, yakni memperkuat kolaborasi dengan organisasi Islam dalam kegiatan dakwah, mendukung program pembangunan pemerintah sebagai mitra strategis, serta menggerakkan kegiatan sosial kemasyarakatan bersama seluruh elemen masyarakat.
“Melalui tiga program utama tersebut, kami berharap Gemira dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Papua Barat Daya yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tutup Ahmad Nausrau.

Sementara itu, Ketua Harian Partai Gerindra, Abdul Muthalib Salim yang juga mewakili Ketua DPW Partai Gerindra Papua Barat Daya, berharap kepengurusan Gemira Provinsi Papua Barat Daya yang baru dapat menjadi motor penggerak organisasi sekaligus memperluas jangkauan Partai Gerindra di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Gemira di daerah diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, serta meningkatkan partisipasi publik dalam program-program yang dijalankan.
“Kehadiran organisasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan Partai Gerindra sekaligus memperkuat peran Gemira di tengah masyarakat,” ujar Abdul Muthalib Salim.
Ia juga optimistis Ahmad Nausrau mampu membawa Gemira Papua Barat Daya menjadi organisasi yang semakin maju, solid, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Kami berharap ketua terpilih dapat mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab, membawa Gemira semakin maju, semakin solid, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Papua Barat Daya,”tutupnya.(***)













