MetroTanah Papua

Musda DPD Partai Golkar, Susun Strategi Hadapi Pemilu dan Pilkada

×

Musda DPD Partai Golkar, Susun Strategi Hadapi Pemilu dan Pilkada

Sebarkan artikel ini

SORONG, sorongraya.co – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Papua Barat Daya galat konsolidasi organisasi melalui Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Golkar Kota Sorong yang digelar di Drey Kinder, Kamis (16/7/2026).

Musda tersebut menjadi titik awal konsolidasi Partai Golkar di Papua Barat Daya yang akan dilanjutkan di lima kabupaten dan satu kota sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong Max Hehanussa menegaskan, Musda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan puncak konsolidasi organisasi sekaligus titik awal kebangkitan Partai Golkar di Kota Sorong.

“Musda ini bukan hanya forum seremonial lima tahunan, tetapi merupakan puncak konsolidasi organisasi dan menjadi titik tolak kebangkitan Partai Golkar di Kota Sorong,” ujar Max.

Menurutnya, Musda akan mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, merumuskan program kerja yang realistis dan strategis untuk lima tahun ke depan, sekaligus memilih ketua DPD yang baru.

Ia berharap, sosok yang terpilih nantinya memiliki legitimasi yang kuat, visi yang jelas, serta mampu membawa Partai Golkar kembali meraih kejayaan, baik di Kota Sorong maupun di Provinsi Papua Barat Daya.

Max juga mengingatkan seluruh peserta Musda, agar menggunakan hak dan kewajibannya secara bertanggung jawab dengan menjunjung tinggi etika politik serta mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Musda ini harus menghasilkan kepengurusan yang solid, program kerja yang konkret, serta semangat juang yang membara demi membesarkan Partai Golkar,” katanya.

Ia menilai perbedaan pandangan selama proses Musda, merupakan hal yang wajar dalam demokrasi internal partai. Namun, setelah keputusan ditetapkan, seluruh kader diwajibkan kembali bersatu mendukung kepemimpinan yang baru.

“Biarkan perbedaan pendapat terjadi dalam proses Musda. Tetapi setelah palu Musda diketuk, semua kader wajib bersatu di bawah kepemimpinan yang baru,” tegasnya.

Max berharap, seluruh rangkaian Musda dapat berlangsung tertib, damai, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi Partai Golkar maupun masyarakat Kota Sorong.

Ia juga mengingatkan, Golkar menghadapi tantangan besar menjelang Pemilu dan Pilkada sehingga perlu memperkuat infrastruktur partai hingga tingkat kelurahan dan kampung serta menyiapkan kader-kader terbaik untuk memenangkan setiap kontestasi politik.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat Daya Septinus Lobat mengajak seluruh kader, untuk meninggalkan perbedaan dan fokus bekerja membesarkan partai.

“Sekarang yang terpenting adalah bekerja, tidak usah banyak bicara. Kita laksanakan amanat partai dan tegak lurus. Kader di bawah juga harus tegak lurus kepada kepemimpinan partai,” ujarnya.

Septinus mengakui tantangan politik ke depan semakin kompleks, karena masyarakat kini semakin heterogen dan kritis. Oleh karena itu, konsolidasi internal dinilai menjadi kunci agar setiap persoalan organisasi dapat diselesaikan dengan cepat.

“Kita harus mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Papua Barat Daya. Golkar adalah partai besar yang sudah merakyat. Siapapun yang terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong, kita tetap tegak lurus pada partai,” katanya.

Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh kader menjaga soliditas dan meninggalkan kepentingan pribadi, demi satu tujuan bersama, yakni memenangkan Partai Golkar di Papua Barat Daya.

“Kuncinya, kita harus mampu merebut hati rakyat. Kalau kita tetap solid dan terus bekerja untuk masyarakat, saya yakin kejayaan Partai Golkar bisa kita raih kembali,”tutupnya.(***)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.