SORONG, sorongraya.co – Untuk mewujudkan visi misi pemerintah kota sorong yakni menjadikan kota sorong bersih dan hijau, Dinas Lingkungan Hidup Kota Sorong terus berbenah system persampahan yang kerap menjadi sorotan public.
Sampah merupakan salah satu persoalan paling krusial yang dialami setiap daearh, tak hanya di kota sorong, sampah kerap menjadi perhatian serius oleh pemerintah melalui dinas terkait.
Baca: Wakapolda PBD Hadiri Pembukaan Temu Raya V PAM GKI se Tanah Papua
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sorong, Corina Mansawan memperingatkan bahwa keterlambatan penanganan sampah dalam sehari dapat berdampak langsung terhadap kebersihan dan aktivitas kota.
Peringatan itu menjadi dasar DLH mempercepat pembenahan sistem persampahan yang selama ini masih didominasi pola pengangkutan dari tempat penampungan sementara menuju tempat pemrosesan akhir.
“Sekarang kita bicara soal sampah, dimana persoalan sampah ini jika kita tinggalkan satu hari saja kota seperti apa gitu ya. Jadi jelas sekarang kita ini kan fokus untuk sampah ini kan kebersihan, sesuai arahan Bapak Wali Kota, jadi memang masalah persampahan ini jadi fokus juga, dan kita lihat kebersihan Kota semakin hari semakin baik,” kata Corina kepada sorongraya.co.
Baca juga: Aston Sorong Hadirkan Sensasi Kuliner Jepang
Pemerintah Kota Sorong menempatkan penanganan sampah sebagai salah satu program prioritas daerah. DLH menggerakkan Gerakan Nasional ASRI, mengoptimalkan program Jumat Bersih, mengembangkan bank sampah, serta memperkuat penanganan sampah plastik.
Kebijakan itu dinilai penting karena Kota Sorong menjadi salah satu pintu masuk menuju kawasan wisata Raja Ampat. Kondisi kebersihan kota tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi citra daerah di mata wisatawan.
Corina mengakui pengelolaan sampah di Kota Sorong belum sepenuhnya berjalan sesuai prinsip pemilahan. Sampah organik, anorganik, dan residu masih sering dicampur sejak dari rumah tangga, kemudian dibuang ke TPS dan diangkut seluruhnya menuju TPA.
“Cuman kesadaran kita yang tidak bisa memilah, sehingga sampah itu orang hanya asal buang semua di TPS, baik itu sampah organik, non organik, residu itu semua kan dibuang buang di TPS ini,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat layanan persampahan masih berpusat pada kegiatan mengangkut dan membuang. Padahal, hanya sampah residu yang seharusnya berakhir di TPA, sedangkan sampah organik dan anorganik masih dapat diolah atau dimanfaatkan kembali.
@sorongraya.co Aston Sorong Hotel & Conference Center luncurkan kuliner khas Jepang melalui program “60 Seconds to Tokyo”, bagian dari Archipelago Global Flavours Series yang berlangsung serentak di 138 jaringan Archipelago Hotels di seluruh Indonesia mulai 1 Juli hingga 31 Desember 2026. Melalui program ini, Aston Sorong menyajikan sedikitnya 10 menu makanan khas street food Jepang serta dua pilihan dessert yang dapat dinikmati di restoran hotel, layanan kamar, hingga aplikasi pemesanan makanan daring. Chef Aston Sorong, Maharani Nur, mengatakan konsep Tokyo dipilih setelah kesuksesan program sebelumnya bertajuk 60 Seconds to Seoul. Menurutnya, seluruh menu disusun langsung oleh tim korporat Archipelago dan diterapkan secara seragam di seluruh hotel jaringan, termasuk Aston Sorong. “Semua materi dan menunya sama di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, termasuk Sorong dan Manokwari. Ada sekitar 10 menu makanan dan dua dessert yang kami sajikan,”ujar Maharani. Ia menjelaskan harga menu dibuat tetap terjangkau agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Rata-rata harga makanan dibanderol sekitar Rp78.000 net, sedangkan paket A La Carte BBQ ditawarkan dengan harga Rp250.000. Menurut Maharani, antusiasme masyarakat terhadap menu terbaru ini cukup tinggi. Bahkan, pada minggu kedua peluncuran, penjualan menunjukkan tren positif, baik untuk pelanggan yang datang langsung ke hotel maupun melalui layanan GoFood. “Baru minggu kedua berjalan, tetapi peminatnya sudah banyak. Kami juga sudah memasukkan menu ini ke GoFood dan responsnya cukup baik,” katanya. Dari berbagai pilihan yang tersedia, Takoyaki menjadi salah satu menu favorit pelanggan. Menariknya, Aston Sorong memberikan sentuhan khas lokal pada sajian tersebut dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di Papua. “Karena beberapa bahan asli Jepang cukup sulit didapat di Sorong, kami berinovasi menggunakan ikan asar sebagai taburan. Kami sangrai hingga aromanya keluar, sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda tetapi tetap enak,” jelas Maharani. Selain Takoyaki, menu lain yang tersedia antara lain Hambagu, Wagyu Burger, Yakimeshi Fried Rice, Chicken Kamikaze, Chicken Katsu Sando, Grilled Chicken Breast with Koji Sauce, hingga Prawn Tempura Nori Taco. Untuk hidangan penutup disediakan Kuromitsu Matcha Puff dan Japanese Cotton Cheese, sedangkan pilihan minuman meliputi Sakura Sunset, Shizuku Matcha Cooler, Shiso-Basil Berry, dan Hojicha Latte. Maharani optimistis program bertema Tokyo ini mampu melampaui kesuksesan kampanye sebelumnya. “Kami sangat optimistis. Baru satu dua hari saja penjualannya sudah cukup bagus. Menu Jepang ini banyak yang berupa makanan ringan dan praktis, tetapi tetap mengenyangkan. Orang Indonesia juga suka makanan yang ada nasi dan daging, jadi saya yakin responsnya akan lebih baik lagi,”tambahnya. #astonsorong ♬ ふわふわもふもふの魔法 – kimimi
“Sedangkan di bawah ke TPA itu seharusnya residunya saja yang di buang di TPA. Tetapi semua angkut dan langsung buang, kita cuma dari TPS ke TPA itu saja memang kami sementara lagi sedang berusaha untuk kita bisa pendampingan termasuk sosialisasi,” katanya.
DLH Kota Sorong sedang menyiapkan pendampingan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk memperkuat pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Namun, Corina mengakui perubahan sistem tersebut membutuhkan waktu, anggaran, dan konsistensi pemerintah.
Penanganan sampah di Kota Sorong juga berada dalam pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup. Karena itu, pemerintah daerah dituntut tidak hanya memastikan sampah terangkut, tetapi juga membangun sistem pengurangan dan pengolahan yang terukur.













