SORONG,sorongraya.co-Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Kasim bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sorong, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sorong, serta BASARNAS Kabupaten Sorong menggelar kegiatan Sosialisasi Kebencanaan bagi warga Kampung Seget, Distrik Seget, Kabupaten Sorong.
Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran, mengedukasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir dalam menghadapi potensi bencana alam secara cepat dan tepat.

Kepala Distrik Seget, Alberto Kamumpat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif dan kolaborasi yang diinisiasi oleh Pertamina bersama instansi-instansi terkait. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat krusial bagi warga Distrik Seget yang secara geografis berada di wilayah pesisir.
“Kami selaku pemerintah distrik dan mewakili seluruh masyarakat Kampung Seget mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pertamina, BPBD, BMKG, dan BASARNAS. Wilayah kami memiliki karakteristik wilayah yang berbatasan langsung dengan laut, sehingga pemahaman akan mitigasi bencana, tanda-tanda alam, dan cara menyelamatkan diri secara mandiri adalah ilmu yang sangat berharga. Kami berharap sosialisasi ini membuat masyarakat tidak panik, melainkan lebih tangguh dan siap siaga,” ujarnya.
Dalam sosialisasi ini, BMKG memberikan materi terkait pemahaman cuaca ekstrem dan potensi gempa bumi serta tsunami. Sementara itu, BPBD memaparkan pemetaan risiko bencana daerah, dan BASARNAS memberikan simulasi praktis mengenai teknik evakuasi mandiri serta pertolongan pertama saat terjadi keadaan darurat.
Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations, CSR, & Compliance PT Pertamina Patra Niaga RU Kasim, Williamson Amamehi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan yang berfokus pada pilar keselamatan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kilang Kasim tidak hanya fokus pada operasional penyaluran energi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasional kami memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menghadapi situasi darurat. Kolaborasi bersama BPBD, BMKG, dan BASARNAS ini adalah langkah strategis untuk menciptakan Kawasan Tanggap Bencana. Kami ingin memastikan bahwa rantai koordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi penyelamat dapat berjalan solid demi meminimalkan risiko serta korban jiwa jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Kilang Kasim berharap Kampung Seget dapat menjadi pelopor kampung tanggap bencana di Kabupaten Sorong, di mana setiap elemen masyarakat mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga ibu rumah tangga memiliki pengetahuan dasar mitigasi yang kuat.(***)













