SORONG,sorongraya.co-Pemerintah Kota Sorong menggelar kegiatan pasar murah di dua lokasi berbeda guna membantu masyarakat menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri. Jumat, (6/3/2025)
Kegiatan ini berlangsung di Distrik Sorong Timur dan Distrik Sorong Kota dengan total 1.561 paket Sdmbilan bahan pokok (Sembako)yang disiapkan bagi warga.

Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, mengatakan bahwa kegiatan pasar murah tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari raya.
“Di kota hari ini ada dua titik, satu di Distrik Sorong Timur dan satu di Distrik Sorong Kota, tepatnya di lapangan hoki. Di sini ada sekitar 761 paket dan di sana 800 paket. Mudah-mudahan ini bisa membantu warga masyarakat kita karena saat ini menjelang puasa,”ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pada tahun 2026 pemerintah daerah harus menyesuaikan program dengan kondisi efisiensi anggaran. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar.
“Kita sesuaikan dengan kondisi efisiensi yang cukup besar tahun ini. Namun kami tetap menjaga kestabilan harga dengan terus berkomunikasi dengan para distributor dan pedagang agar tidak menaikkan harga secara semena-mena kepada masyarakat,”katanya.
Menurutnya, hingga saat ini pengendalian inflasi di Kota Sorong masih tergolong baik.
“Sampai hari ini pengendalian inflasi di Kota Sorong termasuk yang paling rendah di wilayah Papua Barat Daya,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Sorong, Elisabeth Sherly Agaki, menjelaskan bahwa total paket yang disiapkan berjumlah 1.561 paket bahan pokok.
“Komoditas yang disediakan antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu. Sebanyak 761 paket disiapkan di Distrik Sorong Timur dan 800 paket di Distrik Sorong Kota,”jelasnya.
Sherly berharap kegiatan pasar murah tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok yang biasanya terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Harapan kami melalui pasar murah ini masyarakat bisa terbantu, karena biasanya menjelang Lebaran harga komoditas naik. Walaupun kegiatan ini belum bisa menjangkau semua masyarakat, setidaknya bisa meringankan sebagian warga,” katanya.
Untuk mekanisme pembelian, Dinas Perdagangan menerapkan sistem nomor antrean agar pembagian lebih tertib. Setiap warga yang memperoleh nomor antrean dapat membeli sejumlah komoditas dengan batas tertentu, seperti beras, gula, tepung, dan minyak goreng.
“Setiap nomor antrean bisa membeli beras, gula hingga tiga kilogram, tepung dua kilogram, dan minyak goreng tiga liter. Namun masyarakat tidak diwajibkan membeli semua, tergantung kebutuhan dan kemampuan masing-masing,”jelas Elisabeth.














