AIMAS,sorongraya.co- Kepolisian Daerah Papua Barat Daya (Polda PBD) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Dofior Tahun 2026 di Mapolda Papua Barat Daya, Senin (2/2/2026).
Apel gelar pasukan tersebut dipimpin Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa selaku pembina apel, yang ditandai dengan pemasangan pita operasi. Kegiatan ini turut melibatkan personel TNI Angkatan Darat serta jajaran satuan lalu lintas di wilayah hukum Polda Papua Barat Daya.
Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Dax Ememanuelle Samson Manuputty, mengatakan bahwa Operasi Keselamatan Dofior merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
“Untuk tahun 2026, Operasi Keselamatan ini juga menjadi langkah awal dalam mengantisipasi kegiatan menjelang Operasi Ketupat, yang akan dilaksanakan sekitar satu bulan ke depan, bertepatan dengan perayaan Idulfitri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, operasi tahun ini mengusung tema besar mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang arus mudik Lebaran. Dalam pelaksanaannya, sekitar 95 persen kegiatan difokuskan pada upaya preemtif dan preventif, sementara penegakan hukum (gakkum) hanya berkisar 5 hingga 8 persen.
“Penegakan hukum dilakukan secara selektif dan berprioritas, terutama terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Penindakan lebih mengedepankan teguran tertulis, sehingga penilangan akan diminimalisir,” jelas Dirlantas.
Menurutnya, penilangan hanya akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi, khususnya pelanggaran yang berpotensi atau menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, Operasi Keselamatan Dofior 2026 juga menitikberatkan pada kegiatan bimbingan, penyuluhan, dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Sosialisasi dilakukan di lingkungan pendidikan seperti SD, SMP, dan SMA, serta kepada masyarakat umum.
Sasaran sosialisasi mencakup masyarakat non-organisir, seperti pengemudi ojek online, ojek pangkalan, sopir angkutan umum, serta aktivitas di terminal-terminal.
“Termasuk di dalamnya sosialisasi terkait over dimensi dan over loading. Hal ini menjadi salah satu fokus kami di tahun 2026 dalam bentuk sosialisasi, karena pada tahun 2027 nanti pelanggaran tersebut akan diberlakukan penindakan hukum secara tegas,” tegasnya.
Dirlantas berharap masyarakat tidak merasa takut dengan pelaksanaan operasi ini, namun lebih mengedepankan tertib berlalu lintas.
“Jika masyarakat tertib, tentu kami tidak akan mencari-cari kesalahan. Namun jika ditemukan pelanggaran, tetap akan diberikan penindakan sesuai kategori pelanggaran, baik berupa teguran tertulis maupun penilangan,” katanya.
Operasi Keselamatan Dofior 2026 merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, baik di tingkat Polda maupun Polres, mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026.
“Khusus di wilayah Papua Barat Daya, kami memback-up Satlantas Polres Sorong Kota, Polres Sorong, dan Polres Aimas, dengan pelaksanaan kegiatan secara kolaboratif bersama instansi terkait, guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” pungkasnya. (***)














