MetroTanah PapuaUncategorized

Penerbangan di Bandara DEO Sorong Terus Di Pantau Dampak Karhutla

×

Penerbangan di Bandara DEO Sorong Terus Di Pantau Dampak Karhutla

Sebarkan artikel ini

SORONG,sorongraya.co-Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap jarak pandang menjadi perhatian serius bagi aktivitas penerbangan di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) kota Sorong Papua Barat Daya.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I DEO Sorong Ahmad Bisri mengatakan bahwa jarak pandang merupakan salah satu faktor penting yang menjadi perhatian dalam operasional penerbangan.

Polling Tokoh Papua Barat Daya

Siapakah Tokoh Papua Barat Daya Yang Paling Disukai?

Menurut Ahmad dalam kondisi normal, jarak pandang pada pagi hari dapat berada di kisaran 3 hingga 5 kilometer, Sementara pada siang hingga malam hari, jarak pandang secara normal dapat mencapai 10 kilometer atau lebih.

“Kondisi normal, pada pagi hari bisa 3 sampai 5 kilometer, Pada kondisi siang hingga malam bisa 10 kilometer hingga di atasnya,” ujar Ahmad dalam konferensi pers yang digelar di kantor UPBU Deo Sorong, Kamis (8/10/2026).

ahmad menjelaskan pihak meteorologi secara rutin melakukan pengamatan kondisi cuaca di Bandara DEO Sorong, Informasi mengenai suhu, arah dan kecepatan angin, serta jarak pandang diperbarui setiap 30 menit dan disampaikan kepada pihak bandara, AirNav maupun maskapai.

BMKG juga memiliki alat bantu pengamatan Runway Visual Range (RVR) untuk membantu mengetahui kondisi jarak pandang di sekitar landasan pacu.

Ahmad mengatakan kondisi jarak pandang yang terlihat dari permukaan tidak selalu sama dengan kondisi yang terlihat dari ketinggian, Karena itu, informasi meteorologi menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan operasional penerbangan.

“Kepekatan asap di sini berbeda dengan di ketinggian, Kalau Bapak-Ibu lihat matahari saat ini, seolah ada kabut yang menghalangi sinarnya. Itu salah satu bukti adanya kabut asap,” jelasnya.

Selain faktor karhutla Ahmad menyebut kondisi cuaca di Sorong saat ini juga dipengaruhi fenomena global El Nino yang berada pada kategori sangat kuat, Kondisi tersebut berpengaruh terhadap berkurangnya curah hujan di wilayah Sorong.

BMKG juga terus memantau perkembangan cuaca menggunakan radar dengan jangkauan sekitar 200 kilometer dari titik pusat atau mencakup area hingga sekitar 400 kilometer secara keseluruhan, Pemantauan tersebut memungkinkan kondisi cuaca di wilayah Papua Barat Daya terus dipantau.

Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia Cabang Sorong Nadia Anisa menambahkan pihaknya telah melakukan penyesuaian jadwal penerbangan selama tiga hari terakhir sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi jarak pandang.

Menurut Nadia, Garuda Indonesia melakukan penundaan waktu keberangkatan dari Jakarta agar pesawat dapat tiba di Sorong pada waktu yang dinilai lebih aman.

“Selama tiga hari terakhir kami berusaha landing sekitar pukul 11, Kami melakukan refining untuk penundaan keberangkatan dari Jakarta, Biasanya berangkat sekitar pukul 00.10, sekarang kami berangkat sekitar pukul 05.00,” kata Nadia.

Dengan penyesuaian itu, penerbangan yang sebelumnya diperkirakan tiba di Sorong sekitar pukul 06.20 kini diarahkan tiba sekitar pukul 11.00.

Nadia mengatakan langkah tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi kondisi penerbangan selama beberapa hari terakhir, Selain untuk mengurangi risiko pesawat harus kembali atau melakukan penanganan lanjutan akibat kondisi cuaca, penyesuaian jadwal juga dilakukan agar maskapai dapat mengelola penumpang dengan lebih baik, termasuk penumpang yang memiliki penerbangan lanjutan atau koneksi dengan maskapai lain.

Nadia Juga menilai pola penyesuaian jadwal yang sudah diinformasikan sejak malam sebelumnya memberikan kepastian lebih baik kepada penumpang dibandingkan kondisi sebelumnya ketika jadwal penerbangan masih harus diperbarui setiap 30 menit hingga satu jam.

“Dengan penyesuaian ini sudah lebih fix, Penumpang pun sudah mengetahui dari semalam, sehingga mereka jauh lebih bisa mengatur kegiatannya,” ujarnya.

Nadia menambahkan, sejak Senin hingga Rabu, pihak Garuda Indonesia masing-masing mengalami satu kali penerbangan yang terdampak kondisi tersebut. Penundaan penerbangan tercatat terjadi pada penerbangan sekitar pukul 05.00 hingga 07.00.

Meski terdapat penyesuaian jadwal, Nadia menyebut pelayanan kepada penumpang tetap menjadi perhatian utama pihak maskapai.

Dengan pemantauan cuaca secara berkala dan penyesuaian jadwal penerbangan, seluruh pihak berupaya menjaga keselamatan penerbangan sekaligus memberikan kepastian informasi kepada para pengguna jasa Bandara DEO Sorong.(***)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.