Pengelola Bank Sampah UKM Pramuka Unipa, Isnur Hatta, Pembina UKM Pramuka Unipa, Yohanes Ada' Lebang dan Teknisi Bank Sampah UKM Pramuka Unipa, Moch. Muhadi saat melihat melihat mesin pencacah plastik
Tanah Papua

Terima Mesin Pencacah Plastik, UKM Pramuk Unipa Wujudkan Manokwari Nol Sampah

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI,sorongraya.co– Bank Sampah UKM Pramuka Unipa siap menerima Hibah dan menjalankan 2 (Dua) unit Mesin Pencacah plastik pada Penyelenggaraan Tempat Pengolahan sampah Reduce-Reuse-Recycle(TPS 3R) yang dimiliki Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jendral Cipta Karya, Direktorat Pengembangan  Penyehatan Lingkungan Permukiman di Kabupaten Manokwari dalam kondisi memprihatinkan yang terletak di Kompleks Marina dan Pulau Mansinam.

Program TPS 3R bertujuan untuk mengurangi kuantitas dan/atau memperbaiki karakteristik sampah, yang akan diolah secara lebih lanjut di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah dan berperan dalam menjamin semakin sedikitnya kebutuhan lahan untuk penyediaan TPA sampah di perkotaan. Konsep penanganan sampah dengan cara Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (daur ulang) sampah mulai dari sumbernya hingga  proses pengelolaan sampah menjadi kompos.

Hal tersebut ditegaskan Fasilitator Provinsi TPS 3R, yang juga pengelola Bank Sampah UKM Pramuka Unipa  Isnur Hatta, saat mengunjungi lokasi TPS 3R, Bersama Pembina UKM Pramuka Unipa dan Teknisi Bank Sampah UKM Pramuka di kompleks Marina, Sabtu (21/4)

“Saat ini masih menunggu surat Hibah dari kementerian PUPR kepada Provinsi dan selanutnya di Hibahkan kepada Kabupaten Manokwari dan diupayakan dalam waktu bersamaan dapat dilakukan serah terima kepada Bank Sampah UKM Pramuka Unipa agardapat dioperasionalkan kembali, tentunya dalam mendukung pemerintah mewujudkan Manokwari Nol sampah” Tegas Hatta

Untuk itu, diharapkan pemerintah Provinsi khususnya Kabupaten Manokwari yang bertanggungjawab dikemudian hari setelah dihibahkan agar serius memperhatikan persoalan terdahulu terkait pendampingan/pemberdayaan  maupun dukungan biaya operasional sehingga mesin pencacahplastik ini  dapat berjalan secara berkelanjutan khususnya dalam mengurangi limbah/material plastik di Kabupaten Manokwari.

Sementara itu, Teknisi Bank Sampah UKM Pramuka Unipa, Moch. Muhadi setelah melihat langsung kondisi mesin pencacah plastik yang berada di TPS 3R maupun mesin milik dr. Frans Tan  yang diperkirakan sekitar 10 tahun lalu tidak berfungsi sehingga cukup banyak perbaikan maupun pengadaan kembali bagian bagian mesin yang hilang dan rusak, nilainya bisa mencapai puluhan juta dan mesin siap dioperasikan kembali.

Sedangkan Pembina UKM Pramuka Unipa Yohanes Ada’ Lebang , berharap dengan laporan yang akan disiapkan terkait kondisi mesin secara keseluruhan TPS  3R maupun milik dr. Frans Tan tersebut dapat mempercepat proses hibah sehingga pengelolaan / pencacahan plastik semakin cepat ditunjang dengan bertambahnya keberadaan mesin pencacah tersebut.

Lebang mentakan sinergi dan dukungan semua pihak baik, pemerintah, swasta maupun kelompok/elemen masyarakat dalam penanganan persoalan sampah di manokwari merupakan hal dasar dan penting mewujudkan Manokwari Nol sampah

Berdasarkan Permen PU No. 3 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan dalam penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, menekankan bahwa pengurangan sampah mulai dari sumber merupakan tanggung jawab dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

Kondisi yang ada saat ini, pemilahan dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya (rumah tangga) masih kurang memadai, sehingga berbagai gerakan perlu ditingkatkan melalui peranan tokoh masyarakat, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) ataupun pemerintah.(ken)


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.